Kamis, 23 April 2026

Teror Bom

Pengamat Sebut Paris Berdarah karena ISIS Lagi Cari Eksistensi di Dunia

Menurutnya, ISIS ingin menunjukkan eksistensi keberadaanya di dunia dengan melakukan aksi teror di Perancis.

Kompas.com
ISIS saat melancarkan serangan. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengamat intelijen, Susaningtyas Kertopati, menduga aksi pemboman di Perancis dilakukan oleh kelompok Iraq Syria of Islamic State (ISIS).

Menurutnya, ISIS ingin menunjukkan eksistensi keberadaanya di dunia dengan melakukan aksi teror di Perancis.

"ISIS sedang mencari panggungnya di dunia. Mereka ingin membentuk dunia tanpa batasan negara," kata Susaningtyas saat dikonfirmasi, Sabtu (14/11).

Wanita yang akrab disapa Nuning itu menuturkan, Indonesia mesti waspada terhadap pergerakan ISIS jika tidak mau bernasib sama dengan Perancis.

Dikatakannya, intelijen jangan sampai lengah terhadap kelompok ISIS tersebut.

"(ISIS) ini bahaya, bisa kemana-mana. Termasuk bisa masuk Indonesia juga. Tentu saja gerakan intelijen ISIS harus dikenali kebiasaan dan cara-caranya, sehingga deteksi dini kita bisa akurat," tandasnya.

Diketahui, sejauh ini, Sudah sekitar 153 orang dinyatakan tewas akibat serangan teroris di Perancis, Jumat (13/11), dan 100 orang masih disandera.

Dikutip Sydney Morning Herald, korban tewas dihasilkan dari serangan penembakan dan pemboman di gedung teater Le Bataclan, stadion Stade de France, pusat perbelanjaan Les Halles, dan sejumlah jalanan Paris.

Hingga kini pelaku serangan dikatakan masih belum dapat diringkus, namun pemerintah Perancis sudah mengerahkan 1.500 tentara pasukannya

Meski meyakini bahwa serangan itu adalah aksi yang mengarah pada teror, President Perancis Francois Hollande mengaku masih belum mengetahui siapa dan apa dalang di balik serangan itu.

"Para teroris itu ingin agar kami (warga Perancis) ketakutan. Ini memang menakutkan, tapi untuk menghadapi teror kita harus tetap bersatu," ucapnya, sembari terus menekankan pasukannya masih terus melawan aksi teror ini.

Francois pun dikatakan sempat terancam, lantaran dirinya pada hari itu sedang berada di stadion Stade de France, di mana pertandingan sepakbola antara Perancis dan Jerman dilaksanakan.

Sebagai langkah pengamanan, sejumlah fasilitas umum di Paris ditutup dan warga diimbau agar tetap berada di rumah masing-masing, mengingat aksi penembakan di jalanan masih terus menelan nyawa. (ABC News/Sydney Morning Herald).

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved