resensi buku

Pemurnian Peran TNI

Peran TNI menyimpang dari UUD 1945 setelah dikukuhkan UU No 20/1982 tentang Pokok-pokok Sistem Pertahanan Negara di era Presiden Soeharto.

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Cover buku Transformasi TNI. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Salah satu tonggak demokratisasi di era reformasi ditandai dengan penanggalan doktrin dwifungsi ABRI.

Dengan ini, institusi TNI dan Polri tidak lagi dalam satu payung ABRI.

Kedua kekuatan bersenjata tersebut juga dilepas dari politik agar lebih profesional.

Konsekuensinya fraksi TNI-Polri di MPR, DPR, dan DPRD pun ikut hilang.

Jika dirunut sejak pembentukannya pada 5 Oktober 1945, reformasi TNI ini sesungguhnya bukan perubahan, melainkan pemurnian kembali peran TNI sesuai dengan UUD 1945, sebagai tentara profesional dalam demokrasi.

TNI di era Presiden Soekarno mempunyai kebebasan politik. TNI di era ini boleh mempunyai pandangan politik yang berbeda dengan Presiden selaku pemegang otoritas tertinggi.

Peran TNI menyimpang dari UUD 1945 setelah dikukuhkan UU No 20/1982 tentang Pokok-pokok Sistem Pertahanan Negara di era Presiden Soeharto.

TNI terjebak melakukan politik partisan. Peran politik TNI meningkat, tetapi tingkat independensi TNI semakin rendah.

Empat puluh karya Letjen Purnawirawan TNI Agus Widjojo mengenai kiprah TNI, ditulis sejak 1977, disuguhkan dalam buku ini.

Secara garis besar publikasi ini terbagi menjadi lima bagian, antara lain mengenai profesionalitas TNI dan transisi demokrasi, pengenalan konsep TNI profesional, pelaksanaan dan implikasi reformasi TNI, dan secara khusus membahas Panglima Besar Soedirman sebagai peletak landasan kepribadian TNI.

Putra pahlawan revolusi Mayjen (Anumerta) Sutojo Siswomihardjo ini memiliki peran sentral dalam merencanakan reformasi internal TNI.

Ia bersama beberapa perwira tinggi TNI berusaha mewujudkan TNI yang profesional.

Pada awal reformasi, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, persoalan pertahanan dan keamanan dibicarakan antara sipil dan para perwira tinggi TNI. (IGP/LITBANG KOMPAS)

Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved