Orangtua Andra sudah Ikhlaskan Kepergian Dokter Muda Itu

Kedua orangtuanya pun juga tidak menyalahkan siapapun atas kepulangan anak mereka.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Wartakotalive.com/Banu Adikara
Jenazah dr Andra tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/11/2015). 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Walau tengah dirundung rada sedih mendalam, kedua orangtua Dionisius Giri Samudra alias Andra (24) masih berusaha tegar merelakan kepergian anaknya.

Keduanya pun juga tidak menyalahkan siapapun atas insiden ini.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, jenazah Dionisius Giri Samudra (24) atau Andra, dokter muda yang meninggal dalam tugas di RSUD Cendrawasih, Desa Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku akibat sakit, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (13/11).

Menurut pihak Kementerian Kesehatan, Andra meninggal akibat penyakit pneumonia, peradangan selaput otak, dan radang paru-paru yang dideritanya.

Andra juga diketahui sudah terserang demam, sejak tanggal 4 November lalu, saat hendak kembali ke Kepulauan Aru.

Ibunda Andra, Fransiska Ristansia (50) menuturkan bahwa kepergian anaknya sudah merupakan rencana Sang Ilahi.

"Kami sangat sayang dengan anak kami, tapi Tuhan jauh lebih sayang. Ini sudah kehendak Tuhan," kata Fransiska.

Fransiska menuturkan, Andra sudah tujuh bulan menjalani internship si RSUD Cenderawasih Kabupaten Kepulauan Aru.

Akhir Oktober kemarin, Andra sempat pulang ke rumahnya di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebelum akhirnya kembali bertolak ke Kepulauan Aru pada 4 November.

"Pas berangkat kemarin, badannya memang sudah sedikit hangat. Dia tetap bilang harus pergi karena tanggal 9 November sudah harus kerja lagi, " kata Fransiska.

Ia menambahkan, sebelum pergi dari rumah, Andra juga sempat memeluk dirinya. "Itu diluar kebiasaan dia padahal," kata Fransiska.

Fransiska sendiri baru mendapat kabar kalau anaknya terserang demam hebat pada Minggu (8/11).

Andra kala itu sedang berada di dalam kapal barang yang hendak membawanya ke Kepulauan Aru bersama kawan-kawannya sesama dokter.

Ayah Andra, Agustinus Mudjianto (57) menambahkan bahwa saat mendengar anak keduanya itu sakit, ia langsung bertolak dari Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Ambon.

"Saya pikir bisa sampai dengan cepat. Tidak tahunya sulit sekali. Saya berangkat tanggal 9 November ke Ambon, lalu naik pesawat kecil ke Kota Tual sebelum menyeberang ke Kepulauan Aru, " katanya.

Sayang, setiba di Kota Tual, Agustinus tidak bisa langsung berangkat karena tidak ada kapal feri yang beroperask hari itu.

"Waktu itu diperkirakan saya baru bisa jalan ke Kepulauan Aru pada Rabu, dan sampai di Dobo tempat anak saya bekerja pada Kamis dini hari. Tapi hari Rabu Andra sudah meninggal, " kata Agustinus.

Agustinus mengatakan, dirinya terpaksa harus tidur di pelabuhan yang lebih mirip pasar karena sangat kumuh. "Saya sudah seperti orang bego disana. Tidur di daerah bronx,"  kata pengusaha nikel di Kendari itu.

Saat Andra pulang ke rumah kemarin, Agustinus juga belum sempat bertatap muka dengan anak kedua dari tiga bersaudara itu.

"Saya soalnya dinas di Kendari. Kemarin itu dia ada minta beli tiket pesawat ke saya, dan minta uang pulsa sama ibunya. Padahal biasanya nggak pernah dia minta, " kata Agustinus.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved