Uang Palsu

Belajar dari Internet, Tukang Servis HP Jadi Ahli Pencetak Uang Palsu

Doni Setiawan (31) tersangka pelaku pencetakan uang palsu yang dibekuk aparat Polresta Depok, di kawasan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, menga

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolresta Depok Kombes Dwiyono didampingi Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho dan Paur Humas Polresta Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi, menunjukkan barang bukti kasus produksi uang palsu yang berhasil disita, di Mapolresta Depok, Kamis (12/11/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Doni Setiawan (31) tersangka pelaku pencetakan uang palsu yang dibekuk aparat Polresta Depok, di kawasan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, mengaku terpaksa melakukan hal itu karena terjerat utang di Bank.

Apalagi, karena utang-utangnya, sejumlah aset miliknya diantaranya rumah dan lahan, nyaris disita bank.

Warga Pekalongan, Jawa Tengah, ini sehari-hari berprofesi sebagai tukang service HP.

Penghasilannya dari profesinya itu dirasakan tak mampu menutup utangnya di bank.

"Sudah berbunga besar dan bisa sampai ratusan juta. Karena tidak bisa saya bayar," kata Doni, dalam gelaran pengungkapan kasus pencetakan dan pengedar uang palsu di Mapolresta Depok, Kamis (12/11/2015).

Karenanya kata Doni, ia bersama rekannya yang juga warga Pekalongan, Jawa Tengah, berniat membuat uang palsu.

"Teman saya Boy itu otaknya, bukan saya. Dia yang bikin plat uang palsunya sementara saya IT nya saja," kata Doni yang hanya tamatan SMP ini.

Doni mengatakan dirinya dan Boy lalu belajar membuat uang palsu dari sejumlah situs di internet serta melihat caranya di Youtube.

"Sekitar dua minggu belajarnya dari internet dan youtube. Setelah itu langsung cetak dan jadi," kata Doni.

Menurut Doni, selama bulan Agustus sampai kini sudah 1800 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 yang dicetaknya dan berhasil dikirimkan ke Mohammad Anas di Depok untuk diedarkan.

Pengiriman katanya dilakukan dalam 4 kali transaksi.

Sementara untuk pengiriman berikutnya atau kelima pekan ini, sebanyak 400 lembar upal Rp 50.000 senilai Rp 20 Juta, aksinya dicium polisi.

Ia bersama Mohammad dibekuk polisi di kawasan Pasir Putih, Sawangan.

Dari tangan keduanya disita 400 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 siap edar, alat pencetak uang, bahan baku kertas, cat, laptop, dan sejumlah peralatan lainnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved