Breaking News:

Selain Bikin Macet, Lubang di Jembatan u-Turn Jalan Bugis Berbahaya

Selain mengganggu, ditakutkan lubang itu tersebut membuat pengendara dan warga yang merupakan pejalan kaki terluka.

Editor: Andy Pribadi
Panji Baskhara Ramadhan
Jalan di jembatan u-turn Jalan Bugis Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ambles, Kamis (12/11/2015). Sudah dia minggu tak kunjung diperbaiki, lubang yang berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman hampir dua meter ini membuat sejumlah warga, khususnya pengendara roda dua dan empat terganggu. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Terhitung sudah dua minggu, lubang berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman dua meter di jembatan u-Turn Jalan Bugis Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dibiarkan ambles, Kamis (12/11).

Keberadaan lubang tersebut, membuat arus lalu lintas di setiap sore harinya macet.

"Pastilah macet bang, kan kebanyakan mobil deh yang sering memutar arah di jembatan ini. Mau gak mau bergantian melintasnya, makanya jadi macet. Kalau gak ada pak ogah (pengatur lalin liar) disitu, makin macet bahkan gak gerak sama sekali," ujar warga sekitar, Mahmud (45).

Diakui Mahmud, keberadaan lubang tersebut terbilang sangat berbahaya.

Menurut dia, sebelum ada ranting yang menutup lubang tersebut, ada salah seorang pengendara yang terperosok ke lubang itu.

"Si pengendara motor ini sih laki-laki. Dia gak sadar ada lubang, asal belok aja. Untungnya sih pengendaranya yang terperosok ke dalam lubang itu. Kan dibawahnya saluran air. Aliran airnya deres pula. Nah semenjak ada kejadian itu, warga di sini langsung tutup lubang itu pakai ranting pohon yang sudah kering," jelasnya.

Salah seorang pengendara mobil Grand Livina abu-abu, dan akrab disapa Bu Raja ini menanggapi terkait keberadaan lubang tersebut. Setiap pagi, jelas wanita selaku warga di Swasembada Barat Raya, mengaku takut melintas dekat lubang tersebut.

"Ya kan kalau melintas dari Swasembada Barat Raya ke Tanjung Priok, tinggal nyebrang di Jembatan u-Turn ini. Saya setiap pagi harus buka kaca lihat ban depan saya, takutnya jeblos. Kalau muter arah kan kejauhan. Kesel sih lihatnya, soalnya bahaya banget kalau melintas di sini. Apalagi pengendaranya wanita," terangnya.

Wanita berjilbab ini berharap, pihak pemerintah jangan menunda-nunda perbaikkan jalan di jembatan Jalan Bugis Raya.

Selain mengganggu, ditakutkan lubang itu tersebut membuat pengendara dan warga yang merupakan pejalan kaki terluka.

"Saya ngerinya sama anak kecil. Kalau ada anak kecil gak disengaja main-main dekat lubang, gak tahunya ambrol lagi, aduh. Bahaya sekali. Soalnya ini lubangnya makin besar dan ada retak-retakan. Saya minta buru-buru dilakukan perbaikkan. Soalnya ini sudah dua mingguan ya," tuturnya.

Sementara itu, Warsito selaku Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Arief Faizal Ritonga selaku Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bina Marga Jakarta Utara, hingga kini belum merespon. Baik via telepon maupun pesan singkat. (Panji Baskhara Ranadhan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved