Perairan Pulau Pari Dipenuhi 4,5 Ton Sampah

Darurat sampah di Jakarta berdampak pada perairan di sekitarnya. Pulau Pari misalnya, dalam dua hari terakhir kebanjiran sampah sampai 4,5 ton.

Perairan Pulau Pari Dipenuhi 4,5 Ton Sampah
Sejumlah pekerja membersihkan sampah di perairan sekitar Pulau Pari. Sampah kiriman dari Jakarta yang mengotori perairan itu beratnya mencapai 4,5 ton.

WARTA KOTA, KEPULAUANSERIBU-Penanganan sampah yang terganggu di Jakarta berimbas pada perairan di pesisir Jakarta. Banyaknya warga membuang sampah ke sungai atau saluran air yang bermuara ke laut dan membuat perairan Jakarta semakin tercemar, sebagaimana tampak di perairan Pulau Pari di Kepulauan Seribu.

Lurah Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Murta’a mengatakan, sejak dua hari terakhir, sampah kiriman terbawa arus dan mengotori keindahan pantai, tepatnya di lokasi wisata yang ada di Pulau Lancang maupun Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu. Dalam operasi bersih-bersih yang digelarnya bersama warga, sampah yang terkumpul beratnya mencapai 4,45 ton.

"Sejak dua hari terakhir ini, banyak sampah kiriman yang terbawah arus dan masuk mengotori keindahan pantai, di Kawasan lokasi wisata yang ada di Pulau Lancang maupun Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari. Terhitung total berat samaph itu 4,45 ton," terangnya, Kamis (12/11/2015).

Mengatasi hal itu, pihaknya mengerahkan sebanyak 35 Pekerja Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, untuk membersihkan sampah kiriman, yang membuat kotor sepanjang bibir pantai.

"Sampah kiriman dari daratan sudah dibersihkan dan di bawah ketempat pembuangan akhir oleh PPSU serta Petugas Kebersihan Pantai," ungkapnya.

Murta'a menuturkan, apabila sudah memasuki musim barat sampah kiriman, selalu masuk dan mengotori laut, serta pantai pulau-pulau yang ada di wilayah Kepulauan Seribu. Menurut dia, hal itu sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

"Tiap tahunnya Pulau Seribu selalu mendapat kiriman sampah. Tentunya ini berdampak pada keindahan dan penurunan wisatawan berkunjung ke pulau-pulau wisata yang ada. Ya pastinya lantaran banyak sampah yang menghiasi laut dan pantai," tuturnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved