Breaking News:

Bangunan yang Ditembok Harus Dikembalikan seperti semula

Pak Camat sudah tahu belum, ini kasus sudah berapa lama. Di sini saya mewakili rakyat yang duduk di parlemen dan tidak membekingi siapa-siapa.

Warta Kota
Rumah ditembok warga, Ketua DPRD DKI Jakarta turun tangan. 

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN -- Kisruh penembokan rumah milik pasangan Deni Akung (40) dan Ade (32) di Perumahan Bukit Mas RT 1/15, Jalan Cakranegara Blok E, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan membuat kegelisahan di masyarakat.

Oleh sebab itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi langsung meninjau lokasi yang ramai diperbincangkan di media massa.

Menggunakan batik berwarna cokelat, politisi PDIP itu langsung disambut oleh warga sekitar yang menunggui tembok itu.

Dia sempat melihat kondisi bangunan rumah dua lantai itu serta penembokan yang dilakukan oleh warga.

Menurutnya, secara sepintas bangunan senilai Rp 2,6 miliar itu sudah menyalahi.

Dimana, tembok rumah itu sudah melanggar fasos dan fasum.

Hal itu terlihat dilihat dari selokan rumah itu.

Pria yang akrab disapa Pras itu sempat menanyakan Camat Pesanggrahan, Agus Rianto tentang kasus tersebut.

"Pak Camat sudah tahu belum, ini kasus sudah berapa lama. Di sini saya mewakili rakyat yang duduk di parlemen dan tidak membekingi siapa-siapa," ucap Pras kepada Camat.

Agus pun hanya bisa menganguk-angukan kepalanya dan menjawab pertanyaan Ketua DPRD DKI itu dengan kata-kata siap. Pras juga melihat bahwa rumah tersebut seharusnya menghadap ke Jalan Mawar dan bukanlah ke dalam perumahan Bukit Mas.

"Kok bisa izinnya ini bisa keluar. Saya akan tuntaskan ini semua dan saya usut siapa yang memberikan izin bangunan itu. Saya cari lurah dan camat yang lama. Karena ini sudah masuk ke ranah kepolisian juga," kata Pras yang langsung mendapatkan respon baik dari warga yang menepuki kebijakan dari pria yang hobi balap mobil itu.

‎Dia meminta aparat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk menyelesaikan secara tuntas kasus itu. Dia berharap supaya bangunan itu dikembalikan kepada semula. Yaitu menghadap ke Jalan Mawar. "Saya minta kembalikan ke semula saja. Harus ke Jalan Mawar. Makanya ini tata ruangnya kacau benar," ucapnya.

‎Menurutnya dengan adanya penertiban terhadap bangunan yang melanggar ini bisa dijadikan contoh. Karena Jakarta adalah Ibukota Jakarta dan Pemerintahan. Sehingga, menjadi tolak ukur daerah lain.

"Jangan ada pembiaran yang tidak benar. Bangsa ini kan sudah ada aturannya," ucapnya.

Verifikasi Data

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Irmansyah men‎gaku akan menverifikasi data-data yang ada. Sehingga, bisa dilakukan perbaikan untuk ke depannya.

Apalagi, instruksi dari Ketua DPRD DKI ini menjadi suatu pedoman bagi Pemkot Jakarta Selatan untuk bertindak. Namun, memang secara administrasi perlu adanya pengecekan data-data.

"‎Besok kita verifikasi data-datanya. Setelah itu dibuatkan berita acara agar kejadian ini tidak terulang kembali," ucapnya.

Menurutnya setelah itu barulah dia akan menyerahkan laporan ke Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi agar ditindaklanjuti. Karena segala kebijakan berada di Wali Kota Jakarta Selatan. "‎Pemilik rumah nanti akan sosialisasi juga. Besok dibahas, haknya atau tidak berhak. Kita harus bertindak sesuai yang berhak," ucapnya.

Pantauan Warta Kota, rumah dua lantai itu seperti tidak ada penghuninya. Tidak ada satu pun orang yang keluar saat Ketua DPRD DKI dan jajaran Pemkot Jakarta Selatan menuju kasus penembokan rumah itu.

Seorang perwakilan Warga Peduli Perumahan Bukit Mas (WPPBM), Mohammad Narainan mengatakan bahwa penembokan di depan rumah Deni upaya mayoritas warga Komplek Perum Bukit Mas mendirikan kembali tembok pembatas perumahan yang merupakan milik bersama warga komplek yang dibongkar pihak Deni.

"Tidak menutup kemungkinan dilakukan musyawarah dengan pihak Deni. Namun terlebih dahulu meminta pihak Deni untuk mengakui kesalahan mereka membongkar tembok milik bersama warga tanpa izin warga serta tidak melanjutkan tindakan pemutarbalikan fakta," ujarnya pada wartawan kemarin.

Bahkan, dia menambahkan, warga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Pemda DKI untuk meninjau kembali dengan seksama "Proses" perubahan alamat dalam sertifikat tanah milik Deni dari Jl. Mawar ke Jl. Cakranegara, penerbitan IMB serta penerbitan KTP dan KK sebagai warga komplek hunian Perum Bukit Mas atas nama Heru sebagai pihak yang tidak pernah tinggal di sini.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved