Kemiskinan

Walau Dilarang, Joki 3 in 1 Masih Dirindukan Masyarakat

Masyarakat seharusnya sadar dan patuh pada peraturan.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Istri berupaya halangi penangkapan joki 3 in 1 di kawasan Gambir. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Tidak terhitung jumlahnya berapa banyak penertiban maupun penjagaan yang dilakukan Sudin Sosial Jakarta Pusat untuk menghalau keberadaan joki 3 in 1, yang tersebar di sejumlah titik jalan di Jakarta Pusat.

Karena, tanpa kesadaran masyarakat, keberadaan joki 3 in 1 akan kembali terus berulang.

Hal tersebut lugas disampaikan oleh Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Susan Budi Susilowati.

Karena, menurutnya, keberadaan para Joki 3 in 1 tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat, saat ini.

Praktek untuk mengakali rambu 3 in 1 pada sejumlah jalan protokol tersebut secara jelas dilarang dalam peraturan, baik oleh pihaknya maupun Kepolisian.

"Karena seperti dirindukan, keberadaan para joki 3 in 1 akan terus ada. Seharusnya, hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan pemerintah atau kepolisian, tapi masyarakat juga harus sadar dan patuh pada peraturan," ungkapnya kepada Warta Kota, Selasa (10/11/2015).

Kondisi tersebut benar adanya, Warta Kota menyaksikan masih banyak Joki 3in1 yang beroperasi di sejumlah titik jalan wilayah Jakarta Pusat, seperti persimpangan Jalan Veteran dan Djuanda, tepatnya depan Masjid Istiqlal serta Jalan Imam Bonjol dan Jalan Teluk Betung menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan Thamrin.

Pada lokasi tersebut terlihat para Joki 3in1 beragam usia berdiri berjejer di sisi jalan mengacungkan jari untuk menawarkan diri.

Seluruhnya terlihat mematung menunggu, hingga akhirnya sebuah mobil berhenti dan meminta sejumlah Joki untuk naik mendampingi pengendara melewati jalan protokol.

Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh seorang joki 3 in 1, Samani (48) warga asal Serang, Banten.

Bersama istrinya, Kasmiati (38) dan anak perempuannya, Silviana Soleha (6), pria pengangguran itu diketahui rutin beroperasi di simpang Jalan Juanda, depan Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat.

Namun, Selasa (10/11/2015) pagi, keberuntungan tidak memihak kepadanya.

Dirinya, yang baru saja menginjakkan kaki di lokasi dirinya rutin beroperasi, segera diamankan petugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Pusat yang sedang berpatroli di sekitar lokasi.

Langkahnya pun segera tertambat oleh rangkulan petugas P3S dan Satpol PP yang bertugas.

Sang istri dan anaknya, yang berada tidak jauh dari lokasi pun menghampiri dan memeluk dirinya erat.

Namun, upaya untuk membebaskan diri yang dilakukan sang istri nyatanya tidak berhasil.

Ketiganya pun digiring ke mobil operasional milik Sudin Sosial Jakarta Pusat kemudian dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya untuk menjalani pembinaan.

"Ketiganya sudah didata dan dibawa petugas ke PSBI Kedoya untuk menjalani pembinaan, karena aktivitas Joki 3in1 jelas dilarang. Tapi, kemungkinan hanya bapaknya yang diamankan, mengingat istrinya ibu rumah tangga dan anaknya masih sekolah. Langkah ini bukan pembiaran, tapi kita masih menilai aspek kemanusiaan," kata Susan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved