Pergub Unjuk Rasa Direvisi, Buruh Minta Dicabut

Pasal yang kami hapus yaitu, Bab V, Bab VI, dan Bab VII

Pergub Unjuk Rasa Direvisi, Buruh Minta Dicabut
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI - Ribuan buruh se Jabodetabek berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015). 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, akhirnya merevisi Pergub 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

Dimana pada Pasal 4 diatur demo hanyaa bisa dilakukan di tiga tempat. Yaitu demo hanya boleh di Parkir Timur Senayan, alun-alun DPR, dan Silang Selatan Monas.

Namun, dari pihak DPRD DKI Jakarta dan buruh pun, bersikeras untuk mencabut Pergub tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh para buruh saat mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Ratusan buruh berorasi meminta Pergub tersebut dicabut. Sementara, para anggota DPRD DKI Jakarta, pun melakukan mediasi kepada buruh, untuk menyampaikan aspirasinya.

Tampak Sekretaris Komisi A, Syarif, lalu anggota Komisi B, William Yani, dan anggota Komisi B, Sereida Tambunan, turun ke kerumunan buruh. Mereka pun naik ke atas mobil tempat buruh berorasi.

"Kami sebagai perwakilan rakyat, khususnya buruh, akan mendukung untuk pencabutan Pergub 228. Kami akan desak Gubernur, cabut tanpa syarat!" teriak Syarif, menggunakan mikrophone.

Pernyataan itu pun disambut sorakan dukungan dari para buruh. Mereka bertepuk tangan, atas dukungan tersebut.

Hal sama ketika William Yani, turut berorasi mendukung pencabutan Pergub tersebut.

"Sebenarnya sebelum kalian melakukan aksi demo, kami juga sudah rencanakan, mengundang eksekutif, untuk mencabut Pergub tersebut. Pada prinsipnya, kami sama, cabut Pergub 228! Setuju?!!" kata William.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved