Ahok Akui ada Kesalahan dan Pergub Unjuk Rasa

Yaitu dalam penerapan Pasal 4 mengenai ketentuan tempat unjuk rasa yang diizinkan.

Ahok Akui ada Kesalahan dan Pergub Unjuk Rasa
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengakui, bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka, terdapat kesalahan.

Yaitu dalam penerapan Pasal 4 mengenai ketentuan tempat unjuk rasa yang diizinkan.

Diatur pengendalian menyampaikan pendapat di muka umum Pemda DKI mengatur hanya boleh dilakukan di tiga tempat.

Yaitu di lapangan Parkir Timur Senayan, lapangan silang Monas, dan alun-alun DPR.

"Kita coba revisi memang ada kesalahan kemarin kita terlalu semangat baik hati menyiapkan tiga tempat. Sebenarnya maksudnya saya itu kalau ada demo di Istana itu kan nggak boleh. Kita sediain tiga tempat.

"Tapi keluarnya di kalimat Pergub itu ternyata kita melanggar UU karena seolah-olah kita memaksa orang demo hanya boleh ada di tiga lokasi. Itu masalahnya," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Karena itu, Ahok mengaku, telah merevisi Pasal 4 tersebut. Untuk mengatur, bahwa diperbolehkannya unjuk rasa selain di tiga lokasi yang telah disediakan.

"Jadi kita revisi sekarang adalah kita menyediakan tiga lokasi, terus lokasi lain boleh ga? Boleh selama tidak melanggar UU nomor 9 tahun 1998. Nah terus suara seperti ini boleh nggak kita batasi? Boleh dong.

"Anda apa nggak mengganggu orang. Makanya saya juga bingung sama aktivis, ada berapa aktivis yang jadi pejabat yang jujur. Tulis kasih saya. Supaya jelas gitu loh," tegasnya.‎

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved