Breaking News:

Warga Siap Hadapi Gugatan Pengembang di Meja Hijau

Sejumlah warga di permukiman di Kampung Kramat, RT 01/05, Kelurahan Limo, Depok mengaku siap menghadapi gugatan PT Megapolitan Developments.

Budi Sam Law Malau
Tembok beton yang menutup Jalan Pinang Dua Ujung, di Kampung Kramat, Limo, Depok. Akibat hal ini puluhan warga di kampung itu terisolasi, sejak sebulan lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sejumlah warga di permukiman di Kampung Kramat, RT 01/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok mengaku siap menghadapi gugatan perusahan properti PT Megapolitan Developments terkait kepemilikan lahan di mana akhirnya PT MD melakukan penembokan terhadap satu permukiman warga di Kampung Kramat, Limo, sejak 10 September lalu.

"Kami siap menghadapi gugatan Megapolitan ke meja hijau. Karena kami yakin dasar kepemilikan kami lebih kuat," kata Bambang Hariyanto salah seorang warga, kepada Warta Kota, Minggu (8/11/2015).

Menurut Bambang, apa yang dilakukan PT MD dengan mengisolasi warga dengan menembok permukiman warga, sehingga warga tak memiliki akses keluar masuk jalan adalah cara-cara yang kotor.

"Kalau mau di pengadilan ya silahkan, akan kami hadapi. Tapi jangan main tutup permukiman warga seperti ini dong. Ini namanya mereka main hakim sendiri," kata Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Public Relation Manager PT MD Gloria Munte menuturkan, pihaknya akan membawa masalah ini ke meja hijau.

Menurut Gloria, penembokan yang dilakukan pihaknya adalah cara untuk mengamankan aset lahan yang mereka klaim, walaupun harus menutup akses jalan masuk puluhan warga di Jalan Pinang Dua Ujung, Kampung Kramat, Limo, Depok.

"Karena ternyata lahan di sana diakui warga, maka kami akan bawa hal ini ke meja hijau. Biar kami dan warga jelas akan status kepemilikan lahan di sana," kata Gloria.

Seperti diketahui, jika penembokan akses rumah warga di Perumahan Bukit Mas Bintaro, Jakarta Selatan, hanya terjadi kepada satu rumah saja, di Kota Depok penembokan terjadi justru kepada satu pemukiman yang terdiri dari 11 rumah atau 11 kepala keluarga (KK).

Jika di Jakarta penembokan rumah warga menarik perhatian sang Gubernur, di Depok hal ini justru tidak ditanggapi sama sekali oleh Walikota Depok.

Bahkan penembokan pemukiman warga di Depok yang sudah terjadi sejak 10 September lalu itu, tidak ditindaklanjuti oleh hampir semua aparat terkait.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved