Breaking News:

Pembuat Salep Kulit Palsu Ini Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku sudah menjalankan aksinya tersebut sekitar satu tahun lamanya.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Obat kulit palsu yang disita Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap pembuatan obat kulit palsu yang dikerjakan oleh seseorang bernama Teng Yong Yang (38). ‎

Pelaku sudah menjalankan aksinya tersebut sekitar satu tahun lamanya.

Kejadian bermula saat petugas melakukan penggerebekan sebuah rumah di Green Valley di Jalan Aralia No 26 Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada 4 Oktober silam.

Pengungkapan dilakukan setelah ‎petugas memperoleh informasi untuk kemudian menyelidiki selama satu minggu sebelumnya terhadap sebuah rumah yang dijadikan tempat untuk memproduksi obat ilegal.

"Diduga pabrik tersebut memiliki keterkaitan dengan tempat lain yang juga memproduksi obat ilegal di Banyuwangi dan Bandung," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Kombes Nugroho Aji Wijayanto, ‎Jumat (6/11).

Saat melakukan penangkapan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 48 ribu buah ‎salep kulit palsu, berbagai macam obat kuat, 362 lembar panjang salep kulit palsu, 350 lembar hologram salep kulit palsu dan sejumlah alat produksi.

Berdasarkan pengakuan pelaku terhadap petugas, pelaku sudah memproduksi barang-barang palsu tersebut sejak satu tahun yang lalu.

Selanjutnya obat palsu itu akan disebar ke kota-kota besar di Indonesia.

"Selama satu bulan pelaku bisa memproduksi 20 ribu ‎pieces obat palsu yang kebanyakan dijual di toko-toko obat pinggir jalan. Obat kulit palsu yang diproduksi pelaku banyak beredar di sejumlah toko yang ada di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa," ungkapnya.

Atas perbuatannya memproduksi obat tanpa ijin, tidak mempunyai ijin edar, serta menggunakan bahan kimia tidak sesuai dengan peruntukannya, Teng Yong Yang dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved