Spanduk Penolakan Cento Cinere Bertebaran di Lokasi Proyek

Dua spanduk besar penolakan pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites serta sejumlah ruko komersial, di Jalan Merawan, Depok terpampang jelas.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah spanduk penolakan yang bertebaran di lokasi proyek pembangunan Centro Cinere, Kamis (5/11/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Dua spanduk besar penolakan pembangunan kawasan Centro Cinere yakni apartemen Cinere Terrace Suites (CTS) serta sejumlah ruko komersil, di Jalan Merawan, Cinere, Depok, terpampang jelas di lokasi proyek yang saat ini dikerjakan.

Dalam spanduk terpampang jelas bahwa penolakan dilakukan oleh warga Perumahan Puri Cinere, RW 05, Pangkalan Jati, Cinere, Depok.

Di salah satu spanduk berukuran sekitar 3 X 2 meter, juga tertulis jelas sikap warga Kompleks Puri Cinere berikut alasan mereka menolak proyek apartemen CTS dan Gedung Komersil Centro Cinere.

Kompleks Puri Cinere sendiri berada tepat bersebelahan dengan proyek Centro Cinere. Bahkan di sisi belakang deretan ruko komersil Centro Cinere, berbatasan langsung dengan wilayah kompleks Puri Cinere.

Dalam spanduk tertuang jelas alasan warga Puri Cinere menolak adanya apartemen CTS berikut sejumlah gedung komersil di Centro Cinere.

Diantaranya karena pihak pengembang apartemen CTS belum menyelesaikan perbaikan sejumlah infrastruktur jalan di kompleks Puri Cinere.

Selain itu pengembang yakni PT Mega Pesanggrahan Indah anak perusahaan dari PT Megapolitan Developments (MD) juga belum menyelesaikan jaringan suplai air bersih warga yang terganggu akibat adanya proyek apartemen CTS dan apartemen Cinere Belleuve Suites.

Alasan lain, PT MD juga belum menyediakan sarana peribadatan yang sesuai dengan skala pertambahan jumlah warga akibat pembangunan apartemen CTS dan CBS.

"Spanduk sudah terpasang sekitar 5 bulan lebih ini," kata Nuriman, warga Puri Cinere.

Menurutnya walau mendapat penolakan, proyek pembangunan tetap dilanjutkan dan tidak ada realisasi pemenuhan tuntutan warga dari PT MD.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved