Breaking News:

PT Megapolitan Akui Tembok Beton yang Tutup Jalan Warga, Tak Ber-IMB

PT Megapolitan Developments mengakui menerima SP-1 dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok terkait pembangunan tembok beton setinggi 2 meter.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tembok beton yang menutup Jalan Pinang Dua Ujung, di Kampung Kramat, Limo, Depok. Akibat hal ini puluhan warga di kampung itu terisolir sejak sebulan lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Public Relation Manager PT Megapolitan Developments (MD), Gloria Munthe, mengakui bahwa pihaknya menerima surat peringatan pertama (SP-1) dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Depok terkait pembangunan tembok beton setinggi 2 meter sepanjang 50 meter di Jalan Pinang Dua Ujung, Limo, Depok.

SP-1 itu kata Gloria dilayangkan karena pembangunan tembok tidak dilengkapi dengan surat izin mendirikan bangunan (IMB).

"Saat ini kami ikuti prosedur yang ada sesuai SP-1 itu. Kita akan coba penuhi yang dibutuhkan agar pembangunan tembok dianggap legal," kata Gloria, kepada Warta Kota, Kamis (5/11/2015).

Yang pasti kata Gloria, pembangunan tembok itu dilakukan di lahan yang diyakini milik PT MD dan tidak bermaksud menutup akses jalan warga.

Penembokan, katanya, dilakukan PT untuk mengamankan aset lahan yang selama ini dimiliki PT MD.

Namun karena ternyata lahan di sana juga diakui oleh sejumlah warga di Kampung Kramat, maka PT MD, kata Gloria, akan menyerahkan semuanya melalui proses hukum ke pengadilan, agar jelas dan terang benderang.

"Kami serahkan semuanya ke proses hukum yakni pengadilan, agar diketahui siapa pemilik lahan sebenarnya di sana. Jadi ini dilakukan agar kami dan warga, tahu status legalitas yang pasti atas lahan itu," kata Gloria.

Gloria menyebutkan dalam pekan ini proses hukum ke pengadilan untuk menentukan legalitas lahan di Kampung Kramat akan dilakukan.

Yang pasti, kata Gloria PT MD, menghormati pengakuan warga yang merasa sebagai pemilik lahan yang sah di sana.

Saat ditanya apa dasar PT MD bahwa legalitas lahan 10 hektar di Kampung Kramat adalah milik mereka, Gloria menyebutkan semuanya akan dibuka di pengadilan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved