Ahok Vs DPRD DKI
Truk Sampah Ditangkap, Ahok : Dishub Bekasi Lucu
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyesalkan pengadangan truk sampah yang dilakukan oleh warga
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, PALMERAH— Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyesalkan pengadangan yang dilakukan oleh warga terhadap truk-truk sampah Jakarta di Cileungsi.
Karena itu, ia meminta pihak kepolisian yang menindak atas perlakuan tersebut.
"Kita nanti suruh polisi aja yang putusin," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).
Namun, ia juga menyesalkan dengan pihak Pemerintah Kota Bekasi. Pasalnya, truk-truk yang sehabis mengantar sampah ke Bantargebang, Bekasi, juga ditangkap Dishub Bekasi.
"Makanya kita susah kan, kita bingung kan. Kayak sekarang, kemarin kita udah minta untuk temuin Pak Wali Kota. Dishubnya Bekasi lucu juga, truk pulang jam 6 pagi ditangkap juga mobil sampah kita. Padahal kosong. Masa abis drop jam 5, pulang ditangkap juga," kata Ahok.
Karena itu, ia menganggap perlakuan tersebut, terjadi dampak atas rencana pihaknya memutus kontrak PT Gedong Tua Jaya (GTJ) sebagai pengelola sampah Jakarta di Bantargebang.
Hal itu pun, Ahok akui sudah terjadi sebelum-sebelumnya jika pihak Pemprov DKI ingin memutus kontrak dengan pengelola sampah swasta di Bantargebang.
"Nah ini kan memang kalau menurut saya kenapa terjadi, karena memang mau memaksa kami tetap mengandalkan Godang Tua Jaya dan dia mau minta nambah tipping fee tiap tahun," katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya, pengadangan 200 truk sampah Jakarta dilakukan warga, Jalan Transyogi, Cileungsi, Bogor Timur, Selasa (2/10/2015) pagi, dan mengakibatkan 6.500 ton sampah terbengkalai.
Pengadangan dilakukan warga, untuk menuntut 'uang bau' kepada Pemprov DKI atas truk-truk sampah yang melintas di jalan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151103-ahok_20151103_154728.jpg)