Breaking News:

Ini Klarifikasi PT Megapolitan Developments Terkait Penyerobotan Lahan

Janji PT Megapolitan Developments memberikan klarifikasi terkait legalitas lahan dan pembangunan tembok beton akhirnya benar-benar dilakukan Rabu sore

Budi Sam Law Malau
Tembok beton yang menutup Jalan Pinang Dua Ujung, di Kampung Kramat, Limo, Depok. Akibat hal ini puluhan warga di kampung itu terisolasi, sejak sebulan lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Janji PT Megapolitan Developments (MD) untuk memberikan klarifikasi terkait legalitas lahan dan pembangunan tembok beton di Jalan Pinang Dua Ujung, Limo, yang mengakibatkan puluhan warga di Kampung Kramat, RT 01/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok terisolasi dan kesulitan dalam beraktifitas, akhirnya benar-benar dilakukan Rabu (4/11/2015) sore.

Klarifikasi diungkapkan Public Relation Manager PT MD, Gloria Munthe, didampingi Jeremi, tim legal PT MD di Cinere, Depok.

Gloria mengatakan penembokan yang dilakukan PT MD merupakan upaya untuk mengamankan aset lahan yang selama ini dimilikinya.

Namun karena ternyata lahan di sana juga diakui oleh sejumlah warga di Kampung Kramat, maka PT MD, kata Gloria, akan menyerahkan semuanya melalui proses hukum ke pengadilan, agar jelas dan terang benderang.

"Kami serahkan semuanya ke proses hukum yakni pengadilan, agar diketahui siapa pemilik lahan sebenarnya di sana. Jadi ini dilakukan agar kami dan warga, tahu status legalitas yang pasti atas lahan itu," kata Gloria.

Gloria menyebutkan dalam pekan ini proses hukum ke pengadilan untuk menentukan legalitas lahan di Kampung Kramat akan dilakukan.

Yang pasti, kata Gloria PT MD, menghormati pengakuan warga yang merasa sebagai pemilik lahan yang sah di sana.

Saat ditanya apa dasar PT MD bahwa legalitas lahan 10 hektar di Kampung Kramat adalah milik mereka, Gloria menyebutkan semuanya akan dibuka di pengadilan.

Seperti diketahui, sekitar 40 warga dari 11 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kramat, RT 1/5, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok terisolir sejak 10 September lalu saat PT Megapolitan Developments membangunan tembok beton hingga menutup Jalan Pinang Dua Ujung yang merupakan satu-satunya akses keluar masuk warga.

Selain terisolir warga mengaku juga kerap mendapat intimidasi oleh sekitar 30 orang yang setiap harinya menjaga tembok beton yang dibangun PT Megapolitan Developments tersebut, agar tidak dirusak warga.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved