Breaking News:

Polres Depok Periksa Orang Suruhan PT Megapolitan Development

Polisi akhirnya memanggil dan memeriksa puluhan orang yang disewa PT Megapolitan Development untuk menjaga lahan 10 hektar di Kampung Kramat, Depok.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tembok beton yang menutup Jalan Pinang Dua Ujung, di Kampung Kramat, Limo, Depok. Akibat hal ini puluhan warga di kampung itu terisolir sejak sebulan lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kepolisian Resort Kota Depok akhirnya memanggil dan memeriksa puluhan orang yang disewa PT Megapolitan Development selama ini, untuk menjaga lahan 10 hektar di Kampung Kramat, RT 01/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok, sekaligus menjaga tembok beton yang dibangun menutup jalan warga di Jalan Pinang Dua Ujung.

Penjagaan lahan dan penembokan karena lahan itu diklaim milik PT Megapolitan.

Padahal selama puluhan tahun warga sudah menempati lahan itu. Tercatat ada 30 warga sebagai pemilik lahan yang diklaim PT Megapolitan, berdasarkan sertifikat hak milik (SHM), akte jual beli (AJB) dan girik letter C.

Pemeriksaan terhadap para pemuda orang suruhan PT Megapolitan Developments itu, berdasarkan laporan pengrusakan bangunan yang dilaporkan Bambang Hariyanto (55) salah seorang warga Juni lalu.

"Penyidik kemarin menyatakan ke saya, bahwa selain akan mengirim SP2HP juga akan memeriksa kembali orang-orang yang selama ini menjaga lahan dan tembok beton yang dibangun PT Megapolitan," kata Bambang kepada Warta Kota, Selasa (3/11/2015).

Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho sebelumnya mengakui hal itu. Ia menuturkan akan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pengrusakan dan penutupan jalan warga dengan tembok, yang mengakibatkan sejumlah warga terisolir.

Teguh Nugroho menjelaskan, ada dua laporan warga atas kasus terkait seputar kepemilikan lahan dan penembokan jalan warga ini.

Laporan pertama dugaan pengrusakan bangunan warga yang diterima Juni lalu, serta laporan warga ke Polda Metro Jaya dan akhirnya dilimpahkan ke Polres Depok.

"Semuanya masih berjalan. Kita masih lakukan pemeriksaan saksi, terkait atas hak tanah di sana. Karena pihak yang membangun tembok juga mengakui punya surat dan merasa berhak atas tanah di sana, selain warga" kata Teguh Nugroho.

Teguh Nugroho memastikan dugaan pengrusakan yang dilakukan kepada bangunan milik warga di sana akan didalami.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved