Breaking News:

Tutup Jalan Permukiman, Perusahaan Properti Dilaporkan ke Polisi

Puluhan warga Kampung Kramat, RT 01/05, Kecamatan Limo, Depok yang terisolir sejak sebulan lalu, mengaku pernah melaporkan PT Megapolitan Developments

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Bagian dari Jalan Pinang Dua Ujung, Limo, Depok yang ditembok beton oleh PT Megapolitan Developments sehingga warga di sana terisolasi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Puluhan warga Kampung Kramat, RT 01/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok yang terisolasi sejak sebulan lalu, mengaku pernah melaporkan PT Megapolitan Developments ke Polda Metro Jaya pada 14 September 2015.

Tindakan pelaporan itu akibat ditutupnya akses jalan keluar masuk ke permukiman mereka di Jalan Pinang Dua Ujung, dengan tembok beton oleh PT Megapolitan Developments selaku perusahaan properti.

Namun, kata warga, belum ada tindak lanjut dari kepolisian ataupun pihak terkait atas hal itu.

Hingga kini mereka tetap terisolir dan kesulitan untuk keluar masuk dari pemukiman mereka menggunakan kendaraan.

Bahkan, sejumlah warga mengaku mendapat intimidasi dari orang suruhan PT Megapolitan Developments yang sebanyak 30 orang setiap harinya menjaga tembok beton setinggi 2,5 meter sepanjang 50 meter, yang dibangun sejak 10 September 2015 itu.

Dibangunnya tembok beton menutup Jalan Pinang Dua Ujung itu, karena PT Megapolitan Developments mengklaim tanah 10 hektar di sana adalah hak mereka sesuai surat pelepasan hak (SPH) tahun 1984.

Sementara 30 warga mengaku sebagai pemilik lahan 10 hektar di sana dengan dasar yang jauh lebih kuat yakni sertifikat hak milik (SHM), akte jual beli (AJB) serta girik letter C.

Syamsudin, (70) salah satu warga pemilik lahan di Jalan Pinang Dua Ujung berdasar SHM, yang kini terisolir menuturkan 4 hari setelah PT Megapolitan Developments membangun tembok beton di Jalan Pinang Dua Ujung, pihaknya sudah melaporkan perusahaan properti itu ke Polda Metro Jaya, tepatnya pada 14 September 2015.

"Kami melaporkan PT Megapolitan Developments yang telah melakukan pengrusakan atas pagar hidup yang mereka bangun tembok beton itu, sekaligus penyerobotan lahan, ke Polda Metro" kata Syamsudin, Minggu (1/11/2015).

Namun kata Syamsudin laporan warga itu belum ditindaklanjuti aparat. Karenanya kata dia pihaknya beberapa kali menemui Satpol PP Depok dan aparat lainnya agar tembok pagar yang dibangun PT Megapolitan Developments untuk menyerobot lahan warga, dibongkar.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved