Breaking News:

Sebelum Tembok Dibangun Tutup Jalan Permukiman, Warga Sudah Diintimidasi

Sebelum, tembok beton dibangun PT Megapolitan Developments, sejumlah warga mengaku sudah mengalami intimidasi dari orang PT Megapolitan Developments.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
FC: Jalan Permukiman warga yakni Jalan Pinang Dua Ujung, Kampung Kramat, RT 1/5, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, ditembok beton oleh PT Megapolitan Developments selaku perusahaan properti, yang mengklaim pemilik hak tanah 10 hektar di sana. Akibatnya puluhan warga terisolasi. 

Namun kata Syamsudin laporan warga itu belum ditindaklanjuti aparat. Karenanya kata dia pihaknya beberapa kali menemui Satpol PP Depok dan aparat lainnya agar tembok pagar yang dibangun PT Megapolitan Developments untuk menyerobot lahan warga, dibongkar.

Syamsudin mengaku khawatir jika hal ini dibiarkan terus, maka warga semakin marah dan menjadi anarkis.

Sebab, katanya, beberapa orang suruhan PT Megapolitan kerap mengintimidasi warga. "Saya sedang membuat bangunan di lahan milik saya di sana, tapi mereka meminta saya menghentikan pembangunan. Saya merasa diancam dan diintimidasi oleh mereka," kata Syamsudin.

Bahkan, kata Syamsudin, beberapa bagian bangunan yang dibangunnya diduga sempat dirusak oleh orang suruhan PT Megapolitan yang berjaga di sana setiap harinya.

Lahan milik Syamsudin di Kampung Kramat seluas 3050 meter persegi dan kepemilikan berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Bagaimana mungkin itu lahan mereka hanya berdasar SPH. Sebab dasar kepemilikan saya jauh lebih kuat yakni berdasar sertifikat hak milik," kata Syamsudin.(bum)

FC: Jalan Pinang Dua Ujung yang ditutup tembok beton oleh PT Megapolitan Developments sehingga puluhan warga Kampung Kramat, RT 1/15, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok terisolir.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved