Breaking News:

Sebelum Tembok Dibangun Tutup Jalan Permukiman, Warga Sudah Diintimidasi

Sebelum, tembok beton dibangun PT Megapolitan Developments, sejumlah warga mengaku sudah mengalami intimidasi dari orang PT Megapolitan Developments.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
FC: Jalan Permukiman warga yakni Jalan Pinang Dua Ujung, Kampung Kramat, RT 1/5, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, ditembok beton oleh PT Megapolitan Developments selaku perusahaan properti, yang mengklaim pemilik hak tanah 10 hektar di sana. Akibatnya puluhan warga terisolasi. 

Sebab sejak PT Megapolitan mulai membangun tembok setinggi 2,5 meter sepanjang 50 meter pada 10 September lalu hingga menutup jalan permukiman warga, pihaknya bersama warga sudah mengadukan hal ini ke pihak kelurahan Limo dan Satpol PP Depok.

"Namun mereka tidak melakukan tindakan apa-apa dan tidak mencegah pembangunan tembok yang dilakukan sepihak oleh PT Megapolitan. Hal ini merupakan bentuk pembiaran dari Pemkot Depok," kata Risani kepada Warta Kota, Minggu (1/11/2015).

Akibatnya kata Risani, ada potensi konflik horizontal di sana. Apalagi kata dia, PT Megapolitan mengerahkan puluhan pemuda dari ormas tertentu menjaga lahan dan tembok beton yang menutup jalan permukiman warga.

Bahkan, kata dia, ada intimidasi yang dilakukan puluhan pemuda itu kepada warga.

"Ini bisa menimbulkan bentrokan antara warga dengan puluhan orang dari ormas tertentu yang dikerahkan PT Megapolitan di sana. Jadi Pemkot Depok harus bertindak cepat, agar konflik dan bentrokan tidak terjadi," kata Risani.

Menurut Risani, mediasi yang beberapa kali digelar dan tidak dihadiri PT Megapolitan menunjukkan ada niat jahat dari PT Megapolitan yang tidak ingin menuntaskan masalah ini.

"Mereka justru main serobot lahan seenaknya. Apa harus ada jatuh korban dulu baru Pemkot Depok berbuat sesuatu?," tanta Risani.

Menurutnya, sampai saat ini warga masih menahan diri karena warga masih sangat yakin lahan mereka bisa dipertahankan berdasar SHM, AJB dan girik letter C.

"Namun jika ke depan akhirnya warga tersudut dan Pemkot Depok dianggap lebih berpihak pada PT Megapolitan, sangat mungkin bentrokan terjadi," kata Risani.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Megapolitan Developments, Abraham S Budiman mengatakan pihaknya akan menjelaskan mengenai hal ini setelah tim humas dan tim legal pihaknya menyiapkan semua berkas yang menunjukkan bahwa pihaknya pemilik hak atas lahan 10 hektar di sana.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved