Senin, 27 April 2026

Usai Menghabiskan Waktu di Hotel, Seorang Dosen Tewas

Sidi Na'ali (63) ditemukan tewas di kamar Nomor 412 Hotel Takes Mansion, Jalan Taman Kebon Sirih 1/3, Kampung Bali, Tanah Abang, Kamis malam.

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Sidi Na'ali (63) ditemukan tewas di kamar Nomor 412 Lantai 4 Hotel Takes Mansion, Jalan Taman Kebon Sirih 1/3, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (29/10) pukul 19.00 WIB.

Warga Jalan Prona II No 10 RT 02/04 Sepingan Raya, Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur itu ditemukan tewas usai menghadiri acara dan menghabiskan malam di Hotel Millenium,

Penemuan pria yang diketahui merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Timur itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan, bermula dari kecurigaan ketiga rekan korban, yakni Edi Wibowo Linda Setiabudi (29), Brahma Krisdyo (26) dan Antonius Eko (40) yang tidak bisa menghubungi korban usai korban menghadiri acara di Hotel Millenium pada Rabu (28/10/2015) malam.

Ketiganya yang mencoba menghubungi korban sejak Kamis (29/10/2015) pagi hingga menjelang malam melalui ponsel maupun lewat sambungan telepon kamar tidak kunjung membuahkan hasil.

Korban pun diketahui tidak juga mengangkat telepon, walau telepon dalam kondisi tersambung.

"Karena penasaran, ketiga saksi kemudian menghubungi pihak hotel untuk membuka kamar tempat korban menginap, sekitar pukul 19.00 WIB kamar dibuka, saksi bersama petugas hotel menemukan korban sudah tewas di atas tempar tidur," kata Ardiansyah kepada Warta Kota, Jumat (30/10/2015).

Mengetahui hal tersebut, pihak Hotel Takes Mansion pun menghubungi pihaknya yang segera datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam pemeriksaan, korban yang terlihat masih mengenakan kaos dalam putih dan celana panjang hitam diduga tewas karena sakit. Sebab, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Namun, guna mengetahui penyebab utama kematian korban, jenazah pria kelahiran Pariaman, 26 Juni 1952 itu pun dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna menjalani visum.

Sementara pihaknya pun mengamankan sejumlah barang milik korban di antaranya, amplop berisi uang sebesar Rp 2 juta, sebuah cincin emas, dan dompet korban.

"Kalau keterangan saksi, korban diketahui punya riwayat sakit jantung. Tapi kita belum tahu penyebab kematian korban, masih menunggu hasil visum korban keluar," ujar Ardiansyah.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved