SBY Beranggapan, Ikut TPP, Mungkin karena Jokowi Sudah Janji ke AS

Bola panas digulitrkan Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono terkait Indonesia akhirnya gabung ke Trans-Pacific Partnership (TPP).

SBY Beranggapan, Ikut TPP, Mungkin karena Jokowi Sudah Janji ke AS
Kompas.com
Ilustrasi. Presiden RI ke-VI, SBY. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Presiden RI periode 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui, semasa pemerintahannya, dia tidak setuju Indonesia masuk Trans Pacific Partnership (TPP), yang merupakan kerja sama ekonomi lintas Pasifik yang dimotori Amerika Serikat (AS).

Namun, katanya, Pemerintahan Jokowi, saat ini, justru mendukung TPP.

"Sebenarnya, TPP baik, jika negara anggotanya siap, kepentingannya diwadahi dan benar-benar memberikan keuntungan bersama," ujar Susilo Bambang Yudhoyono dalam kuliah twitter (kultwit)-nya yang dikirim, Jumat (30/10/2015).

Dikatakan, jika Indonesia merasa belum siap dan dipaksa masuk TPP, maka justru negara kita akan dirugikan. Begitulah "hukum globalisasi".

"Alasan saya dulu mengapa Indonesia belum tepat bergabung ke TPP, antara lain, karena kita sedang tingkatkan kesiapan untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN,"ujar SBY.

Selain itu, tambahnya, kita juga harus "untung" dalam China-ASEAN Free Trade Agreement. Rakyat khawatir kalau kita tak siap dan merugi dalam dua kerjasama ini.

Indonesia juga sedang ikut negosiasi RCEP,  kerjasama ekonomi ASEAN + Tiongkok, Jepang & Korea. "Jangan sampai kita juga tak siap," ujar SBY.

Dia mengingatkan, ekonomi Singapura, Malaysia, Brunei & Vietnam--- yang masuk TPP--- "berorientasi ekspor", sementara Indonesia tidak. Pasar domestik kita besar.

"Jika tak siap, justru pasar kita akan kebanjiran barang dan jasa negara lain, sementara ekspor kita tak bisa bersaing di luar negeri," kata SBY.

Di samping itu, saat ini sudah ada APEC  yang juga merupakan wadah kerjasama ekonomi Asia Pasifik.

"Karenanya, dulu TPP belum jadi prioritas utama. Tapi, Presiden Jokowi punya hak dan bisa saja ubah posisi kita, dan putuskan bergabung ke TPP, mungkin beliau sudah berjanji di Amerika," ujar SBY.

Penulis: z--
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved