Reformasi Birokrasi

Pengelolaan Air Minum di Jakarta Diambil Alih Pemprov DKI

Pelayanan air bersih sampai saat ini masih dikeluhkan oleh warga. Karena itu, Pemprov DKI akan mengambil alih.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Petugas memeriksa pipa Palyja. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pelayanan air bersih sampai saat ini masih dikeluhkan oleh warga. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyerahkan pengelolaan air bersih ke pihak swasta agar bisa lebih baik.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, mengatakan, bahwa sudah saatnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kembali mengambil alih pengelolaan pelayanan air bersih dari pihak swasta, yaitu Palyja dan Aetra.

"Coba kita lihat saja, sejak pelayanan PAM dialihkan ke pihak swasta, sampai saat ini masih sama saja. Masih ada kebocoran, konsumen yang tidak dapat pasokan air, dan malah mau menaikkan tarif. Ini artinya nggak ada pengaruhnya, pelayanan air bersih dikelola pihak swasta," kata Prabowo, ketika dihubungi Warta Kota, Kamis (29/10/2015).

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, Pemprov DKI harus segera mengambil alih kembali pengelolaan air bersih yang kini tengah dilakukan oleh pihak swasta.

Agar, manajemen yang dilakukan terhadap pengelolaan air bisa lebih baik lagi.

"Seharusnya, air bersih kita itu sudah bisa dikonsumsi untuk minum. Tapi sampai sekarang, nihil. Jadi sebaiknya Pemprov langsung ambil alih. Apalagi sekarang kan PAM dan PAL akan digabungkan," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved