Pemasok Sabu ke Wilayah Pulau Seribu Diringkus

Kemudian coba didekati oleh anggota. Ternyata Dia lari, kemudian lekas dikejar

Pemasok Sabu ke Wilayah Pulau Seribu Diringkus
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ini pengedar sabu yang memasok sabu ke Pulau Seribu (kiri) 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi dari Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Metro Jaya, meringkus seseorang yang diduga selama ini memasok Sabu ke wilayah Pulau Seribu, Kamis (29/10/2015) malam.

Pengedar itu Erwin, warga Gang Manunggal 1, Kalibaru, Jakarta Utara. Pria itu bertubuh kurus, kecil dengan hidung yang mancung. Saat diringkus, Ia membawa 23 paket Sabu seberat 23 Gram yang hendak diambil oleh anak buahnya, yakni para pengecer yang akan membawa masuk sabu itu dalam paket kecil ke Pulau Seribu.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya, Komisaris Edi Guritno, mengatakan, pihaknya sudah lama mendapat laporan mengenai adanya pengedar yang kerap memasok sabu untuk nelayan-nelayan di Kalibaru. Nelayan memang diduga ada yang dipakai untuk pengedar kelas menengah untuk jadi pengecer dan membawa masuk paket sabu kecil ke Pulau Seribu.

Makanya kemudian dilakukan penyelidikan oleh tim Subdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya. Sampai akhirnya, tim mendapat nama pengedar serta mendapat informasi bahwa akan ada transaksi pada Kamis (29/10/2015) malam.

Tim penyelidik pun menunggu, sampai akhirnya pukul 22.45, Erwin datang dan menunggu para pengecernya datang mengambil sabu. Polisi sudah mengintai dan curiga lantaran ciri-cirinya amat mirip dengan yang sudah didapat Polisi

"Kemudian coba didekati oleh anggota. Ternyata Dia lari, kemudian lekas dikejar," kata Edi kepada Wartakotalive.com, Jumat (30/10/2015).

Polisi pun mengejar sambil meneriaki Erwin sebagai maling. Akhirnya warga yang melihat ikut mengejar, dan akhirnya Erwin pun tertangkap.

Setelah digeledah, ternyata Erwin membawa 23 paket sabu yang total beratnya 23 gram. Atau senilai Rp 27 Juta. Kemudian, di rumah Erwin, Polisi menemukan timbangan elektrik bermerek constan yang dipakai untuk menimbang sabu sebelum dimasukkan dalam paket kecil.

Malam itu, kepada Polisi, Erwin mengaku tengah menunggu pengecernya yang datang untuk mengambil maupun membeli sabu yang Ia bawa. Sehingga apabila malam itu Erwin bertemu pengecer dan pulang tanpa tertangkap, Ia akan membawa uang sedikitnya Rp 20 Juta, apabila pengecer membeli sabu itu secara cash.

Mantan Direktur Penindakan BNN, Benny Mamoto, sebelumnya, pernah mengatakan, peredaran sabu di Pulau Seribu memang tak pernah melibatkan parta besar sampai berkilo-kilogram.

Namun, ucap Benny, peredaran sabu di Pulau Seribu hanya berupa paket-paket kecil. Dan yang membawa masuknya kebanyakan adalah nelayan yang jadi pengecer dari para pengedar menengah. Mereka kadang membayar setelah sabu laku terjual, ataupun lekas dibayar saat mengambil sabu dari pengedar seperti Erwin.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved