Turap di Bibir Sungai Tiram Tanjung Priok Ambrol
Ambrolnya turap diakibatkan bagian bawah turap tak bisa menahan hingga terjadi longsor di bibir kali yang tak jauh dari Gedung Pompa Sunter Utara.
WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Adanya pengerukkan sedimen lumpur menggunakan alat berat, turap di bibir Sungai Tiram yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ambrol, Kamis (29/10/2015).
Diketahui, ambrolnya turap diakibatkan bagian bawah turap tak bisa menahan hingga terjadi longsor di bibir kali yang tak jauh dari Gedung Pompa Sunter Utara.
Pantauan Wartakotalive.com, nampak ambrolnya turap yang tak jauh dari saringan sampah Kali Sungai Tiram ambrol sepanjang tujuh meter lebih. Ambrolnya turap tersebut juga membuat tembok saringan sampah tersebut mengalami keretakan cukup parah.
Nampak turap tersebut ambrol ke arah bibir Kali Sungai Tiram. Ambrolnya turap tersebut membuat tanah juga turut turun karena longsor.
Sementara itu, disekitaran bibir turap, nampak bekas sedimen lumpur yang baru saja di keruk. Sedimen itu, masih terlihat basah.
Ketika ditelusuri, atau berjalan menuju bagian belakang Gedung Pompa Sunter Utara, terlihat dua alat berat bertengger, dan bersebalahan dengan sedimen lumpur yang menggunung. Diamati seksama, tepat di sebelah Gedung Pompa Sunter Utara atau dekat dengan mesin pengolahan sampah, ada turap yang turut ambrol.
Ambrolnya turap yang lokasinya dekat dengan gedung itu diperkirakan sepanjang 10 meteran lebih. Di sekitar turap pun, kontur tanah nampak menurun.
Ambrolnya turap, menurut Alex (40) warga di RT 12/15, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengaku ambrolnya turap diperkirakan sejak dua minggu yang lalu. Kata dia, tak ada petugas atau dari pemerintah terkait untuk melakukan perbaikkan.
"Ooh.. Ini turap ambrol karena ada pengerukkan lumpur pak. Jadi saat sedimen di bagian dasar kali atau tepatnya di bawah turap di keruk, bawah turap seperti tak ada penahan jadinya ambrol. Dikeruk lagi, makin nambah parah ambrolnya. Udah semingguan lebih tak ada perbaikkan, dibiarkan saja seperti ini," ujarnya.
Pria berkaos biru dan bertopi merah ini mengatakan, apabila tak segera dilakukan perbaikkan, dipastikan air di kali tersebut meluap dan menyebabkan banjir. Menurut dia, luapan air akan mengalir ke Kampung Bahari dan Kampung Solobone, Tanjung Priok.
"Ya jelas musim penghujan banjir. Ini turap gak ambrol aja bisa banjir, gimana sudah ambrol tak ada perbaikkan pula? Makin tinggi genangan airnya dong sedada orang dewasa. Itu turap ambrol juga karena sering dilintasi alat berat juga. Jadinya kontur tanahnya rada turun," akuinya.
Tak hanya itu, ia mengatakan apabila tak diperbaiki hingga di musim penghujan, pengerukkan sedimen terbilang percuma lantaran tanah dan lumpur akan mengalir kembali ke Kali Sungai Tiram.
Pendapat yang sama dituturkan Fendra (35) yang juga warga sekitar. Ditakutkan air meluap di musim penghujan, diharapkan pemerintah segera melakukan perbaikkan.
"Kalau banjir pastinya tak bisa dihindari apabila pemerintah tak segera melakukan perbaikkan. Setidaknya mengantisipasi sebelum musim penghujan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Tata Air Jakarta Utara, Kasna dan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi belum memberikan tanggapan terkait ambrolnya turap tersebut, baik via pesan singkat dan telepon. (Panji Baskhara Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/turap_20151029_194453.jpg)