Kamis, 9 April 2026

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terima Layanan Kesehatan

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, membuka layanan kesehatan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur demi mendekatkan pelayanan kesehatan.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati senang mendapat layanan kesehatan di lingkungan kerjanya. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI-‎Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, membuka layanan kesehatan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur demi mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga‎ khususnya pedagang.

Para pedagang di pasar kini tak perlu lagi kesulitan jika ingin memeriksakan kesehatan. Layaknya puskesmas, ‎berbagai jenis layanan seperti poli umum, poli gigi, dan sebagainya disediakan gratis bagi seluruh pedagang.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan menilai apa yang dilakukan pihaknya merupakan sebuah cara jemput bola untuk para pedagang. Pasalnya selama ini mereka dianggap kurang mempedulikan kesehatannya.

"Pedagang selalu mikir jualan saja, tapi tidak pernah memikirkan kesehatannya. Maka kita buat layanan kesehatan jemput bola seperti ini supaya pedagang tidak kesulitan," ujar Iwan, Kamis (29/10/2015).

‎Selain beraktivitas di pasar, warga juga seharus memperhatikan kesehatannya masing-masing. Untuk itu dengan jemput bola seperti ini, maka kesehatan warga akan semakin terpantau.

Adapun layanan kesehatan ini rencananya akan diberikan seminggu tiga kali mulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB. Namun demikian tak menutup kemungkinan layanan ini kedepan akan dibuka setiap hari.

"Pedagang cukup menunjukkan KTP dan tidak dipungut biaya apapun. Setiap harinya kami sediakan satu dokter, satu perawat, satu bidan, dan satu apoteker untuk melayani pedagang yang ingin berobat," katanya.

Menurut Iwan, rencananya layanan kesehatan tersebut akan disediakan di seluruh pasar milik PD Pasar Jaya di Jakarta Timur. Namun pihaknya juga perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan di pasar tersebut.

"Jika memang tidak terlalu luas, maka kita akan menyediakan layanan kesehatan dengan mobil puskesmas tanpa stand khusus," ungkapnya.

Sementara itu salah seorang pedagang, Ujang (42) mengaku senang akan adanya layanan kesehatan tersebut. Pasalnya pria yang berjualan buah itu kini tidak perlu lagi repot-repot pergi ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan.

"Senang banget lah dengan ada layanan seperti ini. Enggak perlu repot-repot lagi kalau mau berobat, udah gitu gratis pula," katanya.

Ujang mengaku selama ini jika sakit, dirinya mengandalkan obat-obatan yang bisa dibeli di warung. Ujang mengaku malas jika harus pergi ke puskesmas yang letaknya jauh.

"Mending begini kan, ada layanan kesehatan di pasar jadinya enak. Kalau sewaktu-waktu lagi sakit, bisa langsung berobat," ujarnya antusias.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved