Buruh Belum Puas UMP DKI Rp 3,1 Juta

Perwakilan buruh ternyata belum puas dengan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, tahun 2016 sebesar Rp 3,1 juta.

Buruh Belum Puas UMP DKI Rp 3,1 Juta
Warta Kota/Dwi Rizki
Memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, Rabu (28/10), ribuan buruh yang berasal dari berbagai aliansi terlihat turun ke jalan. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Dewan Pengupahan DKI Jakarta, menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, tahun 2016, sebesar Rp 3,1 juta.

Namun, Dewan Pengupahan dari unsur buruh, mengaku, jumlah tersebut sebenarnya bukan yang dikehendaki pihaknya.

"Kami dari buruh mempertimbangkan sangat dalam-dalam atas keputusan tersebut dari pengalaman terakhir sebelumnya. Kalau kami terus memaksa pada keinginan kami, justru kami khawatir, akan diputuskan oleh Pemerintah, dengan kondisi yang jauh lebih buruk," kata Muhammad Toha, perwakilan Unsur Buruh Dewan Pengupahan Jakarta, usai Rapat Penetapan UMP DKI tahun 2016, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015) malam.

Pengalaman tersebut, didapatnya saat mengajukan UMP 2014 lalu. Pihaknya meminta UMP berada diatas Rp 3 juta.

"Tapi saat itu, justru ditetapkan UMP Rp 2,4 juta. Kami belajar dari pengalaman itu," katanya.

Toha pun mengaku, awalnya, untuk UMP 2016 mengusulkan sebesar Rp 3.342.900. Sementara, unsur pengusaha mengusulkan Rp 3.010.500, dan unsur Pemerintah Rp 3,1 juta.

"Kami turunkan usulan menjadi Rp 3.133.470. Tapi akhirnya, kami sepakati usulan dari Pemerintah sebesar Rp 3,1 juta. Kalau ditanya jumlah tersebut, nggak pas sebenarnya, tapi ya dipas-pasin," tegasnya.‎

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved