Sambut Sumpah Pemuda, Warga Binaan LP Narkotika Cipinang Ikut Upacara

Peringatan sumpah pemuda ini bisa menjadi momen tepat dengan menjalani kegiatan yang positif bagi warga binaan.

Sambut Sumpah Pemuda, Warga Binaan LP Narkotika Cipinang Ikut Upacara
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Upacara Sumpah Pemuda Warga Binaan LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Sebanyak 2.600 warga binaan LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, mengikuti upacara sumpah pemuda di halaman lapas. Selain menggunakan kaos warna putih dan merah, beberapa di antaranya memakai pakaian adat.

Upacara yang baru pertama kali digelar‎ itu diikuti dengan antusias oleh warga binaan. ‎Uniknya, perangkat upacara seperti komandan hingga inspektur upacara adalah warga binaan lapas.

‎Inspektur upacara, Syahrul Hakim, mengaku bangga dengan apa yang sudah dilakukan karena ini adalah kali pertama digelar. "Ini jadi momen pertama dan kami juga bangga karena petugas di sini dengan baik membimbing dan membina kami," ujarnya, Rabu (28/10).

Peringatan sumpah pemuda ini bisa menjadi momen tepat dengan menjalani kegiatan yang positif bagi warga binaan. Warga binaan yang divonis hukuman 10 tahun penjara itu berharap pemerintah agar mereka yang berperilaku baik, memperoleh justice yang sesuai.

"Penjara ini bukan tempat yang pahit, tapi jadi tempat pembinaan dan rehabilitasi yang baik. kami juga minta pada Presiden Jokowi agar memberikan justice yang sesuai bagi warga binaan," tutur pria yang telah menjalani masa hukuman 3 tahun 8 bulan itu.

‎Sementara itu Kepala LP Kelas IIA Narkotika Cipinang Andika Dwi Prasetya mengatakan bahwa upacara ini sengaja digelar untuk memperingati sumpah pemuda ke-87. Ia menilai hal ini mampu membangkitkan motivasi dan kepercayaan diri warga binaan.

"Upacara ini kita untuk menumbuhkembangkan rasa bangga warga binaan terhadap tanah air. Ini juga jadi bentuk pengakuan hak asasi manusia dengan memberikan ruang bagi warga binaan dalam upacara," katanya.

Andika berharap upacara serupa bisa dilakukan secara rutin setiap tahunnya. "Jangan sampai muncul stigma warga binaan sebagai sampah masyarakat. Di sini jadi tempat pertaubatan yang baik dan upacara ini salah satu buktinya," katanya.

Terkait perangkat upacara yang dilakukan oleh para warga binaan, Andika menuturkan hal itu dipilih langsung oleh pembimbing yang ada di lapas. "Persiapannya hanya dilakukan selama tiga hari terakhir," tutupnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved