Oknum Polisi Nekat Gerebek Bandar Narkoba, Malah Ditangkap Warga

Tiga rekannya yang lain yakni Utep (25), Agung (22), dan Dede (22), yang berprofesi sebagai satpam, tapi dua rekannya pengangguran.

Oknum Polisi Nekat Gerebek Bandar Narkoba, Malah Ditangkap Warga
Santa Banta
Senjata jenis revolver yang biasanya digunakan kepolisian. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Aksi petugas gadungan yang dilakukan seorang oknum anggota Brimob dan tiga rekannya, yang hendak melakukan penangkapan bandar narkoba, Rabu (28/10/2015) dini hari, berhasil digagalkan karena warga merasa curiga.

Keempat pelaku tersebut diketahui berinisial AZ, yang juga oknum anggota Brimob berpangkat Bharada.

Sementara tiga rekannya yang lain yakni Utep (25), Agung (22), dan Dede (22), yang berprofesi sebagai satpam, tapi dua rekannya pengangguran.

Peristiwa tersebut bermula saat Agung mendapat informasi adanya seorang bandar sabu. Berbekal informasi tersebut, keempatnya lalu membuat skenario penangkapan layaknya tim narkoba.

Salah seorang bandar yang diketahui bernama Pitak, dipancing Agung untuk berpura-pura membeli barang.

Bermodal sebuah mobil sewaan, keempatnya lalu menuju SMUN 104 di kawasan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sesampainya di sana, aksi penangkapan dilakukan terhadap Pitak oleh keempatnya. Namun ternyata Pitak yang ditangkap, tidak membawa satu pun narkotika seperti apa yang diharapkan.

Tidak hilang akal, keempatnya pun berupaya melakukan pengembangan. Mereka mengarah ke Jalan Bendungan, Kramatjati, Jakarta Timur, seperti apa yang disampaikan Pitak.

Masalah terjadi, saat upaya penggerebekan dilakukan.

Saat berada di sana, aksi petugas gadungan tersebut mengundang kerumunan warga. Utep yang melihat hal itu, kemudian menembakkan pistol air softgun yang dibawanya untuk membubarkan warga.

Sontak saja, warga yang mengetahui pistol itu bukan standar anggota, marah dan mengeroyok.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Umar Faroq mengaku, saat ini keempatnya sudah diamankan.

"Khusus oknum Brimbob, petugas telah mengembalikan ke kesatuannya untuk diproses," ujarnya, Rabu (28/10)/2015.

‎Terkait motif, Umar menuturkan keempat pelaku berniat melakukan pemerasan. Namun demikian pihaknya masih mendalami keterangan pelaku.

"Tujuannya seperti itu (pemerasan) karena bukan satuan reserse narkoba. Mereka juga baru pertama beraksi," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku yang menggunakan airsoft gun, dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved