Dilaporkan ke Bareskrim, Ahok : Yang Ngelapor Suruh Sekolah

Kelompok Lawan Ahok melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (27/10/2015).

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Hertanto Soebijoto
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat wawancara wartawan, di Balairung, Balai Kota, Senin (12/10/2015). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kelompok Lawan Ahok melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (27/10/2015).

Pelaporan terkait Sang Gubernur belum melakukan tindakan atas temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terkait laporan pertanggungjawaban keuangan DKI tahun 2014.

Namun, Ahok menilai pelaporan tersebut tidak tepat. Pasalnya, BPK sendiri tengah menambah waktu selama 20 hari untuk melakukan penyelidikan.

"BPK aja belum tulis surat, bilang saya enggak lanjutin tindakan kok. Kami jawab kan. Bahkan BPK sekarang menambah 20 hari untuk melakukan penyidikan investigasi lanjutan dari 60 hari tambah 20 hari," kata Ahok, di lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).

Karena itu, Ahok menilai bahwa pelaporan tersebut tidak tepat. Bahkan, ia menganggap si pelapor tidak tahu perkembangan LHP BPK tersebut.

"Jadi bilang sama dia yang ngelapor, suruh sekolah sedikit gitu lho. Jarang baca koran, cuma ngomong di media, tapi nggak mau baca media, kasihan gua sama mereka, kasian banget," kata Ahok.

Seperti diketahui, kelompok gerakan Lawan Ahok, melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri, pada Selasa (27/10/2015) kemarin.

Mereka menganggap, dalam hasil temuan tersebut, adanya indikasi korupsi dalam pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved