Suara Warga

Belokan Biang Macet di Daan Mogot Baru

Kemacetan di Jakarta antara lain karena panjang jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang beredar.

Belokan Biang Macet di Daan Mogot Baru
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil menembus kemacetan di ruas Jalan Daan Mogot, Pesing, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kemacetan di Jakarta antara lain karena panjang jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang beredar.

Tapi, penyebab lain juga karena ulah para pengendara kendaraan bermotor, roda dua maupun lebih, dan kemalasan pengatur lalu lintas jalan.

Untuk penyebab yang kedua itu, contoh paling nyata adalah di lampu merah masuk ke kawasan Daan Mogot Baru di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Setiap siang hingga malam, titik jalan itu menjadi biang macet hingga perempatan Cengkareng.

Penyebabnya adalah para pengendara mobil-motor yang hendak berbelok ke kanan menuju Daan Mogot Baru berbuat seenaknya.

Mereka mengambil jalur busway, lajur tengah dan kanan, sehingga terjadi penumpukan. Akibatnya, kendaraan yang hendak menuju ke Terminal Kalideres\Tangerang terhambat.

Memang sudah sering belokan itu ditutup, dan pengendara harus menggunakan putaran balik yang berjarak sekitar 200 meter dari belokan tersebut.

Cara ini membuat arus lalu lintas relatif lebih lancar meski tersendat.

Namun, yang lebih sering terjadi adalah belokan dengan lampu lalin itu dibiarkan terbuka, sehingga kemacetan parah lebih sering terjadi.

Keadaan macam itu pun dibiarkan oleh pengelola jalan. Saat macet tidak pernah sekali pun terlihat polisi turun tangan, padahal lokasi pos polisi di dekat belokan tersebut. Ironis.

Marwanto S,
083862255xxx

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved