Antrean BPJS di RSUD Pasa Rebo Terurai Berkat Regionalisasi
Antrean peserta BPJS Kesehatan di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur tidak terlihat setelah sistem regionalisasi diterapkan.
Penulis: Junianto Hamonangan |
WARTA KOTA, PASAREBO-Antrean peserta BPJS Kesehatan di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (28/10) tidak terlihat. Pasalnya sistem regionalisasi yang telah diterapkan membuat antrean tidak menumpuk.
Pantauan di lapangan, hanya ada sedikit peserta BPJS Kesehatan yang menunggu di kursi di depan loket pelayanan. Bahkan loket yang dibuka pun hanya beberapa saja karena tidak banyak antrean.
Salah satu warga yang mengantre, Tarno (47) mengaku tidak ada masalah saat mengurus kesehatan melalui jalur peserta BPJS Kesehatan. Ia mengaku sejauh ini tidak ada masalah dalam mengurus kesehatannya.
"Sejauh ini sih enggak ada masalah, lancar-lancar aja. Antrean aja enggak ada, padahal tadi ngiranya bakal ngantre," ungkap warga Kramatjati itu.
Terlebih ia sudah membawa berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus kesehatannya melalui jalur BPJS. Tarno sendiri mengaku kedatangannya karena merasa paru-parunya mengalami sedikit masalah.
"Ke sini mau berobat karena ada masalah sama paru-paru saya. Kalau surat-surat sih udah dibawa semua," tuturnya.
Sementara itu Kepala Humas RSUD Pasar Rebo Dedi Suryadi menuturkan tidak adanya antrean dikarenakan sistem regionalisasi. "Sekarang ini warga Bekasi atau Depok yang ingin berobat ke sini, tidak bisa datang begitu saja kecuali ada rujukan," ujarnya.
Ia menambahkan sebelum ada sistem tersebut, rata-rata peserta BPJS Kesehatan yang datang ke rumah sakit per harinya mencapai 1.200-1.300 orang. "Kalau sekarang dibawah 1.000 orang per harinya, maksimal 800-900 per hari lah sekarang," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bpjs-rsud-pasar-rebo_20151028_194410.jpg)