ABG Diperkosa

Adinda Terakhir Terlihat di Hari Kamis Pekan Lalu

Adinda Anggia Putri (12) terakhir terlihat oleh teman sekolah dan tetangga-tetangganya di hari Kamis (22/10/2015) siang, pekan lalu.

Adinda Terakhir Terlihat di Hari Kamis Pekan Lalu
Tribunnews
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Adinda Anggia Putri (12) terakhir terlihat oleh teman sekolah dan tetangga-tetangganya di hari Kamis (22/10/2015) siang, pekan lalu.

Dia kemudian ditemukan terbunuh dengan dugaan diperkosa lebih dulu di areal lahan Perhutani RPH petak 17.a, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2015).

Sekitar 75 kilometer dari rumahnya atau 1 hari usai terlihat terakhir kali di sekolah dan lokasi tempatnya tinggal. Saat ditemukan, identitasnya tak diketahui.

Jenazahnya kemudian baru teridentifikasi sebagai Adinda pada Senin (26/10/2015).

Setelah keluarganya datang mengecek ke RS Polri Kramat Djati, tempat jenazah yang ditemukan di lahan perhutan disimpan.

Beberapa rekan sekolah Adinda di MTS Al Mubarak di Jalan Walahar Bendungan, Jakarta Pusat, menceritakan, Adinda masih terlihat sekolah di hari Kamis (22/10/2015).

Namun, kemudian menghilang di hari-hari berikutnya sampai kemudian diketahui hari Senin kemarin.

Siti Listiawati (50), tetangga Adinda di permukiman padat di Kelurahan Karet Tengsin, RT 04 RW 07, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yakin betul Adinda masih terlihat sampai Kamis (22/10/2015) siang.

"Dia itu pas siang hari di hari Kamis itu masih terlihat memasak telur di depan kontrakannya. Banyak yang melihat itu kok dia memasak telur," kata Siti kepada Warta Kota ketika ditemui di warungnya, Rabu (28/10/2015).

Seharian itu, Siti ingat betul Ibunda Adinda, Gariani tak ada di rumah, sebab sedang bekerja. Bahkan saat Adinda kemudian pergi dari rumah dan tak kembali, Siti pun belum pulang ke rumahnya.

"Ibunya pulangnya malam," kata Siti.

Selain itu, Siti juga ingat kemudian Gariani (Ibunda Adinda) baru mulai meributkan anaknya yang tak pulang baru pada hari Jumat (23/10/2015) dan Sabtu (24/10/2015).

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved