Ini yang Menyebabkan Kantor Walikota Jakpus Kekeringan

Kekeringan yang terjadi di Kantor Walikota Jakarta Pusat sejak Senin (19/10) hingga Kamis (22/9) menyebabkan sejumlah aktivitas penghuni terganggu.

Ini yang Menyebabkan Kantor Walikota Jakpus Kekeringan
Warta Kota/Dwi Rizki
Adhi, Teknisi Palyja yang meninjau langsung kondisi distribusi air di kantor Walikota Jakarta Pusat pada Kamis (22/10/2015). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kekeringan yang terjadi di Kantor Walikota Jakarta Pusat, khususnya Blok B dan Blok C sejak empat hari belakangan atau Senin (19/10/2015) hingga Kamis (22/10/2015) menyebabkan sejumlah aktivitas penghuni terganggu.

Namun, berbeda dengan kondisi kekeringan yang terjadi pada beberapa bulan lalu, kekeringan yang terjadi diketahui karena kurangnya pasokan air dari Palyja.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Adhi, Teknisi Palyja yang meninjau langsung kondisi distribusi air di kantor Walikota Jakarta Pusat pada Kamis (22/10/2015).

Dirinya yang datang menjawab panggilan Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede terkait kekeringan itu menjelaskan jika berkurangnya pasokan air menjadi penyebab utama permasalahan.

Hal tersebut dikarenakan debit air di Kanal Banjir Barat (KBB) yang merupakan pasokan air baku utama bagi Instalasi Pengambilan Air Baku Kanal Banjir Barat (KBB) Palyja di Jalan Penjernihan I, Tanah Abang, Jakarta Pusat kian berkurang saat ini.

"Karena kemarau, debit air Kanal Banjir Barat terus berkurang. Jadi, karena jumlah pasokan air baku berkurang, produksi air bersih di rumah instalasi air juga semakin menurun, itu sebabnya kenapa distribusi air juga berkurang," ungkapnya kepada Warta Kota di Blok C Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

Namun, lanjutnya, berkurangnya distribusi air juga dikarenakan beberapa faktor, seperti adanya kebocoran pipa distribusi ataupun pencurian air yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, pasokan air yang terdistribusi ke wilayah Tanah Abang, khususnya kantor Walikota Jakarta Pusat kian menurun.

"Setelah kita dipanggil walikota dan kita lihat langsung, memang kondisinya sangat kecil. Secepatnya kita akan periksa dan perbaiki," tutupnya.

Ditemui bersamaan, Kabag Umum dan Protokol Kantor Walikota Jakarta Pusat, Bakwan Ginting mengatakan, jika permasalahan terkait kurangnya pasokan air bersih masih dalam proses perbaikan saat ini. Namun, sesuai dengan pernyataan pihak Palyja, dirinya meyakini pasokan air pada dua gedung, yakni Blok B dan C kantor Walikota Jakarta Pusat akan kembali normal.

Terkait proses perbaikan yang dilakukan oleh pihak Palyja, pasokan air yang sebelumnya dialihkan ke seluruh gedung, yakni Blok A, B, C dan Masjid Al Fauz kini mulai dibatasi penggunanya jelang sore hari, atau sekira pukul 15.00 WIB.

"Pasokan air kita prioritaskan sementara pada gedung Blok A dan Masjid Al Fauz. Alasannya, karena Blok A itu gedung utama, sedangkan masjid merupakan tempat ibadah, jadi jangan sampai orang yang mau ibadah jadi terkendala. Mengenai Blok B dan C akan kita atur pasukannya, jangan sampai kurang, khususnya selam jam produktif kerja," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved