Siswa Obesitas di Depok Didata

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah mendata siswa yang masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas sampai siswa kurus.

Siswa Obesitas di Depok Didata
dok. google
Ilustrasi obesitas 

WARTA KOTA, DEPOK-Untuk meningkatkan dan menjamin kebugaran serta kesehatan semua siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah mendata siswa yang masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas sampai siswa yang masuk dalam kategori kurus.

Pendataan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati menuturkan pendataan atau penentuan apakah siswa tersebut masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau kurus atau bahkan ideal, berdasarkan penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa tersebut.

Dari penghitungan itu akan didapat nilai IMT dan dari sana bisa diketahui siswa tersebut masuk dalam kategori apa.

Lies, menuturkan cara menghitung IMT adalah menggunakan rumus tertentu dari berat badan dan tinggi badan seseorang.

Cara penghitungannya adalah tinggi badan dalam cm, dibagi 100, lalu hasilnya dikuadratkan. Angka hasil dari penghitungan ini (poin pertama) nantinya, menjadi angka pembagi dari angka berat badan.

Atau maksudnya berat badan dibagi poin pertama yang merupakan hasil penghitungan tinggi badan dibagi 100 dan hasilnya dikuadratkan.

Dari pembagian itu ditemukanlah nilai IMT yang dimaksud dan sudah bisa diketahui masuk dalam kategori apa seseorang itu dari lima kategori yang ada.

Lies menerangkan untuk nilai IMT mulai dari 18,5 ke bawah termasuk dalam kategori under weight atau kurus atau berat badan kurang. Untuk nilai IMT 18,5 sampai 23 masuk dalam kategori normal atau healthy weight.

Sementara nilai IMT 23 sampai 25 masuk dalam kategori over weight atau kelebihan berat badan, nilai IMT 25 sampai 29 masuk kategori obesitas kelas 1 atau sangat kelebihan berat serta nilai IMT 30 masuk kategori obesitas kelas II.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved