Breaking News:

Koran Warta Kota

Tarif KRL Naik 50 Persen Mulai November

Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) dipastikan akan naik hingga 50 persen pada awal bulan November 2015.

Panji Baskhara Ramadhan
Manager Komunikasi Perusahaan PT KCJ, Eva Charunisa, paparkan mengenai penambahan jumlah perjalanan KRL Jabodetabek, saat usai konferensi pers, di Kantor PT KCJ lantai 2, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Meski belum ada keputusan resmi terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tarif Angkutan Umum, tarif Kereta Rel Listrik (KRL) dipastikan akan naik hingga 50 persen pada awal bulan November 2015.

Kenaikan tersebut menyusul telah habisnya masa kontrak dana subsidi public service obligation (PSO) yang diterima PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (PT KCJ) oleh pemerintah terhitung pada tanggal 18 November 2015.

Habisnya masa kontrak tersebut diungkapkan Manager Communication PT KCJ, Eva Chairunisa, secara langsung berimbas pada berkurangnya subsidi yang diberikan kepada para pengguna KRL.

Sehingga dengan terpaksa pihaknya harus menaikkan tarif tiket hingga sebesar 50 persen dari tarif tiket semula.

“Walaupun masih ada waktu satu bulan dari batas kontrak PSO habis, subsidi akan dikurangi pada awal November 2015. Karena hingga September 2015, subsidi sudah mencapai 184 juta dari total subsidi 245 juta pengguna di tahun 2015. Sehingga diperkirakan subsidi akan habis pada akhir bulan Oktober 2015,” jelas Eva, Minggu (18/10).

Walaupun begitu, diyakinkannya jika PT KCJ tetap akan memberikan keringanan lewat anggaran PSO sebesar Rp 858.120.344.409 untuk tarif KRL Jabodetabek yang tersisa.

Sehingga kenaikan tarif KRL dipastikannya tidak mengubah tarif dasar operator yang berlaku.

“Jadi komposisinya diatur ulang dengan mengurangi potongan PSO tanpa merubah tarif dasar operator. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menutupi kekurangan subsidi sampai bulan Desember tahun ini,” jelas Eva.

Terkait kenaikan tarif tersebut, lebih lanjut Eva memaparkan, jika sebelumnya setiap pengguna mendapatkan subsidi sebesar Rp 3.000 untuk perjalanan 25 kilometer pertama, kini pengguna hanya mendapatkan subsidi sebesar Rp 2.000.

Sehingga pengguna harus membayarkan Rp 3.000 dari sebelumnya Rp 2.000 untuk perjalanan 25 kilometer pertama. Hal itu pun berlaku untuk perjalanan 10 kilometer berikutnya.

Sebelumnya pengguna mendapatkan subsidi sebesar Rp 1.000, kini pengguna hanya mendapatkan subsidi sebesar Rp 500.

Sehingga beban yang harus dibayarkan pengguna kini sebesar Rp 1.500 dari sebelumnya hanya sebesar Rp 1.000 untuk 10 kilometer lanjutan.

“Kenaikan biaya perjalanan berlaku hingga akhir tahun ini, kemungkinan masuk tahun 2016 bisa berubah menyesuaikan kebijakan dan jumlah subsidi yang diberikan,” jelas Eva. (dwi)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved