40 Penderita Tuberkulosis Mendapat Bantuan Nutrisi

Melalui program Terminal Peti Kemas Koja peduli, Pemkot Jakarta Utara dan instansi terkait mengelar pemberian nutrisi bagi penderita TB dan kader TB.

Panji Baskhara Ramadhan
Deputi GM Keuangan TPK Koja, Ferry Irawan, Jonathan Ross dari Health Office Director USAID, Asisten Kesejahteraan Masyarakat kota Jakarta Utara, Muhammad Efiskal, Camat Koja, Rahmat Effendi, warga dan instansi terkait yang hadir mendengar pemaparan dari pihak Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama, terkait bahaya akan penyakit TB bagi masyarakat. 

WARTA KOTA, KOJA - Melalui program Terminal Peti Kemas (TPK) Koja peduli, pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Kecamatan Koja, Kelurahan Koja, Kelurahan Lagoa, dan instansi terkait mengelar pemberian nutrisi bagi penderita Tuberkulosis (TB) dan kader TB di Ruangan Serba Guna Lantai IV Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (19/10/2015).

Pemberian bantuan tersebut bertujuan meringankan penderitaan warga pengidap TB dan melibatkan salah satu perusahaan swasta yang beroperasi di areal Kecamatan Koja, yakni Terminal Peti Kemas (TPK) Koja.

"Sebanyak 40 warga penderita TB di Kecamatan Koja mendapat bantuan nutrisi dari jajaran Kecamatan Koja. Program ini dikhususkan untuk penderita TB, dan bertujuan meringankan penderitaan warga pengidap TB," ujar Wakil Camat Koja, Budi Santoso.

Menurut Budi Santoso, adanya dana dari Corporate ‎Social Responsibilty (CSR), perusahaan swasta tersebut menaruh harapan besar agar warga di 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Koja bisa terbebas dari penyakit TB.

Bantuan tersebut, kata Budi Santoso, secara berkelanjutan akan diberikan kepada warga yang menderita penyakit TB.

Selain penderita, kata Budi Santoso, sanak saudara dari penderita TB juga direncanakan akan mendapatkan bantuan yang sama. Selain itu, rencana program ini akan berjalan selama 6 bulan ke depan.

"Setiap bulan, ada 40 warga yang mendapat bantuan. Di dalam pemberian paket tadi berisi telur dua kilogram, kacang ijo dua setengah kilogram, dua buah pack susu, dan juga gula satu kilogram," papar Budi Santoso.

Pantauan Warta Kota, acara TPK Peduli bersama pihak Pemerinta Kota Jakarta Utara digelar secara simbolis di ruangan itu. Nampak para kader, warga, serta beberapa instansi lainnya dari TPK Koja.

Dalam acara itu, telah hadir Deputi GM Keuangan TPK Koja, Ferry Irawan, Jonathan Ross dari Health Office Director USAID, Asisten Kesejahteraan Masyarakat kota Jakarta Utara, Muhammad Efiskal, dan Camat Koja, Rahmat Effendi.

Dalam acara itu juga, nampak para warga dan instansi terkait yang hadir mendengar pemaparan dari pihak Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama, terkait bahaya akan penyakit TB bagi masyarakat.

Dalam acara itu, Muhammad Efiskal mengakui mengapresiasi perhatian dari pihak swasta tersebut. Penderita TB, jelas Efiskal, hingga kini jumlahnya terus meningkat.

"Bantuan swasta merupakan solusi yang baik ditengah-tengah keadaan ekonomi buruk saat ini. Karena kita ketahui, maraknya penyakit itu pastinya akan menambah jumlah penderitanya. Melalui program ini diharapkan jumlahnya semakin sedikit dan bantuan ini menjadi tepat sasaran," tutur Muhammad Efiskal.

Muhammad Efiskal berharap, hal serupa dapat dilakukan tidak hanya di Kecamatan Koja saja. Bahkan, baru diterapkan pertama kali di Jakarta Utara.

"Ini saja sudah tingkat Kelurahan dan Kecamatan, tingkat kota saja belum pernah mengadakan hal seperti ini. Semoga ke depan, tingkat kota mampu melakukannya," ujar Muhammad Efiskal.

Sementara itu, Ferry Irawan mengaku selain memberikan bantuan nutrisi kepada penderita dan sanak keluarga pengidap TB, pihaknya juga berencana memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak dari pengidap penyakit TB tersebut.

"Kami rencanakan ada pemberian beasiswa buat anak-anak mereka. Kita tengah berupaya untuk menentukan waktu tepatnya," ujar Ferry Irawan.

Erna (37), warga di Gang II D1 Jalan Kramat Jaya RT 04/01, Koja, Jakarta Utara mengatakan dirinya bersyukur bisa mengikuti program ini.

Program itu, jelas wanita beranak satu ini, diperuntukkan untuk pamannya yang sudah dua tahun mengidap TB.

"Yang sakit om Hasan, udah lama sakitnya setahun dua tahun lah. Kami selaku keluarga juga baru tahu tiga bulan lalu. Alhamdulillah, setiap 6 bulan dapat suntik gratis dari puskesmas. Ditambah ada program ini juga saya katakan sangat membantu kita sekali yang ekonominya menengah bawah," kata Erna. (Panji Baskhara Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved