Breaking News:

Sebagian SMK Sudah Ujicoba UNBK

Untuk tahap awal, ujicoba dilakukan untuk mengetahui kesiapan komputer dan jaringannya,

Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
Ujicoba Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMKN 39 Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Dinas Pendidikan makin memantapkan komitmennya memperbanyak jumlah sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tahun 2016.

Bahkan, beberapa sekolah yang telah menerapkan UNBK tahun 2015 mulai melakukan ujicoba. Di antaranya adalah SMKN 39 Cempaka Putih yang telah melakukan ujicoba UNBK, Kamis (15/10).

Dalam ujicoba tersebut dilibatkan siswa untuk mengerjakan soal-soal ujian sekaligus menjajal piranti.

Kepala SMKN 39 Nur Pakih mengatakan, sekolah itu tetap melakukan ujicoba tes UNBK meski sudah menerapkan UNBK pada tahun ajaran 2014/2015.

Menurut Pakih, ujicoba itu dilakukan dengan melibatkan 189 siswa. "Ada 70 client atau komputer dan dua server. Jumlah unit komputer itu tidak berbeda dari tahun sebelumnya," kata Pakih, Jumat (16/10).

Pakih menyebutkan, ujicoba tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan alat dan perangkatnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Junaedi, mengatakan, tahun ini, saat didata, ada sebanyak 171 SMK melakukan ujicoba tersebut.

"Untuk tahap awal, ujicoba dilakukan untuk mengetahui kesiapan komputer dan jaringannya," kata Junaedi.

Selain itu, juga kesiapan server, uninterruptible power supply (UPS), headset, LAN, serta switch atau hub komputer yang ada di sekolah.

Adapun soal yang digunakan menjadi kebijakan masing-masing sekolah. Sekolah bisa mengunduh soal dari internet, ataupun dari bank soal yang dimiliki oleh sekolah itu sendiri. Terpenting, ujicoba bisa mengetahui kondisi komputer dan jaringan. Masing-masing sekolah diharapkan melaporkan hasil ujicoba yang sudah dilakukan.

Salah satu sekolah yang melaporkan hasil ujicoba itu adalah SMK Muhammadiyah 9. Sekolah di kawasan Cipulir itu menggunakan 36 komputer dengan dua hub. Selama ujicoba, tidak ada kendala dari fisik komputer. Namun, ada kendala dari jaringan yang berjalan kurang mulus. Misalnya, banyak nomor token atau kode password yang tidak bisa digunakan. Sehingga, siswa kesulitan masuk ke komputer untuk mengakses soal.

Ketika login dilakukan, siswa gagal memasukkan atau menginput token. Hal itu dimungkinkan terjadi waktu menginput token yang terlalu lama. Penyegaran atau refresh berulang-ulang pun lantas dilakukan siswa lantaran tidak berhasil login atau akses ke soal. ”Kendala ini kami tampung dulu. Jadi yang penting ujicoba alat, berfungsi baik, atau perlu perbaikan. Kami pastikan kelayakannya,” terang Junaedi.

Kendala yang berbeda, kata Junaedi, bisa jadi dialami oleh sekolah lain. Nah, kendala-kendala itu yang akan dilaporkan kepada Puspendik untuk dicarikan solusinya secara bersama. Menurut dia, kendala itu sebaiknya memang dipecahkan sejak awal. Dengan begitu, pada pelaksanaan UNBK mendatang, semua peralatan benar-benar dalam kondisi siap. (Agustin Setyo Wardani)

Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved