Kecelakaan Kereta

47 Kecelakaan Lalu Lintas di Perlintasan KA di Jabodetabek

Pada periode Januari sampai Juli 2015, terjadi puluhan kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api di Jabodetabek.

47 Kecelakaan Lalu Lintas di Perlintasan KA di Jabodetabek
Andika Panduwinata
Ahmad Junaidi (31) dan putrinya Nurul Komariyah (7) tewas setelah ditabrak kereta di perlintasan Rawabuaya, Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Rabu (18/3/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pada periode Januari sampai Juli 2015,  terjadi puluhan kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api di Jabodetabek. Menurut data dari PT Kereta Api Indonesia Daops 1, setidaknya ada 47 kecelakaan lalu lintas.

Kepala Humas PT KAI‎, Agus Komarudin menuturkan 47 kasus kecelakaan di perlintasan rel kereta api resmi dan liar. Menurutnya, kecelakaan itu karena kepada arus lalu lintas dan para pengendara berebutan serta menyerobot jalur perlintasan kereta api.

"Ada 47 kasus kecelakaan. Untuk perlintasan liar sebanyak 27 kali dan perlintasan resmi ada 20 kali," kata Agus saat dihubungi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10).

Menurut mantan Kahumas PT KAI Daops 1 itu memang beberapa wilayah rawan kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api. Untuk wilayah Depok ada di perlintasan Bojong Gede-Citayeum. Sedangkan Jakarta ada di Kebayoran Lama, Pasar Minggu, dan Palmerah.

"Kami menghimbau kepada pengguna jalan dan masyarakat agar mematuhi tanda-tanda kereta api ingin melintas. Hal ini untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," kata dia

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved