Breaking News:

Komisi III DPR Setuju Pemerkosa dan Pembunuh PNF Dihukum Mati

Hukuman terhadap pelaku kekerasan terhadap anak masih ringan, maka pembunuh dan pemerkosa PNF disuarakan untuk dihukum mati agar ada efek jera.

Editor: Gede Moenanto
Kompas.com
Masinton Pasaribu, anggota Komisi III DPR. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Hukuman terhadap pelaku kekerasan terhadap anak masih ringan, maka pembunuh dan pemerkosa PNF disuarakan untuk dihukum mati agar ada efek jera.

Sejumlah kalangan, termasuk keluarga korban pembunuhan dan pemerkosaan yang dialami oleh PNF di Jakarta Barat menyuarakan agar pelakuknya dihukum mati.

Suara itu direspons kalangan DPR, yang setuju agar pelakunya dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati.

Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, mendukung pemberlakuan sanksi maksimum terhadap pelaku-pelaku kejahatan yang melebihi ambang kemanusiaan ataupun terhadap kejahatan-kejahatan khusus, seperti terorisme, narkotika, dan korupsi.

"Jaksa ataupun hakim harus berikan sanksi maksimum, apalagi terhadap kejahatan anak. Itu harus diberikan sanksi maksimum, baik penjara seumur hidup maupun pidana mati," ujar Masinton saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (6/10/2015).

Hukuman mati, menurut dia, bukan hal yang mustahil mengingat hal tersebut saat ini masih diberlakukan di Indonesia. Namun, ia menyerahkan semuanya kepada pihak pengadil untuk memberi sanksi yang adil sesuai dengan perbuatan kejahatan pelaku.

Meski kasus kekerasan anak akhir-akhir ini semakin banyak, Masinton mengatakan, pihaknya belum berpikir untuk membuat peraturan baru terkait kekerasan anak, tetapi cukup merevisi Undang-Undang Perlindungan Anak jika diperlukan.

"Kan ada Undang-Undang Perlindungan Anak. Kalau dirasa masih kurang, ya bisa direvisi," kata politisi PDI-P ini. (Nabilla Tashandra)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved