Tawuran Pecah Gara-gara Berebut Lapangan Bola

Hanya karena berebut lahan bermain sepak bola, sejumlah pemuda di kawasan Menteng, Jakarta Pusat terlibat aksi tawuran.

Tawuran Pecah Gara-gara Berebut Lapangan Bola
Superball/Syahrul Munir
Ilustrasi lapangan bola semakin minim. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Terbatasnya lahan terbuka di Ibukota DKI Jakarta, khususnya Jakarta Pusat sepertinya harus kian dipertimbangkan pemerintah saat ini.

Pasalnya, hanya karena berebut lahan bermain sepak bola, sejumlah pemuda di kawasan Menteng, Jakarta Pusat terlibat aksi tawuran, pada tanggal 12 dan 17 September 2015 lalu.

Mirisnya, kenyataan tersebut diungkapkan Kapolsek Menteng, Kompol Dedi Tabrani yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Menteng, AKP Ridwan Soplanit itu diketahui terjadi di lahan kosong Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Sejumlah pemuda yang diketahui berasal dari wilayah Kelurahan Menteng dan Kelurahan Pegangsaan itu diketahui bertemu dan terlibat percekcokan lantaran berebut lahan untuk bermain sepak bola.

Namun, karena salah satu pihak tidak ada yang mau mengalah, bentrokan antara keduanya pun terjadi.

Bersenjatakan bambu, kayu, batu hingga senapan angin, saling pemuda saling serang dan melukai.

Tidak hanya itu, sebuah mobil ambulans dan rumah warga pun dilaporkan rusak akibat terkena lemparan batu.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya pun segera melakukan penjagaan dan penyelidikan.

Selama sekitar dua pekan berlalu, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak enam orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tawuran.

Enam pelaku tersebut antara lain ARH (16), EZ (16) dan MSG (21), RY (53) dan dua orang pelaku lainnya yang masih anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved