Tawuran

Antisipasi Tawuran, Kepolisian Sweeping Johar Baru

Mengantisipasi kembali terulangnya tawuran, polisi melakukan sweeping permukiman warga wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat pada Senin (5/10/2015) malam.

Antisipasi Tawuran, Kepolisian Sweeping Johar Baru
Warta Kota/Dwi Rizki
Puluhan anggota Shabara yang berasal dari Polsek Johar Baru dan Polres Jakarta Pusat pada Senin (5/10/2015) malam terlihat mulai menyisir permukiman warga RT 05/10 Tanah Tinggi, Johar Baru. 

WARTA KOTA, JOHAR BARU - Mengantisipasi kembali terulangnya aksi tawuran, pihak Kepolisian melakukan sweeping permukiman warga wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat pada Senin (5/10/2015) malam.

Giat yang dipimpin langsung oleh Wakasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Kompol Yohanes didampingi oleh Kapolsek Johar Baru, Kompol Wiyono terlihat dimulai sekitar pukul 22.00 WIB.

Puluhan anggota Shabara yang berasal dari Polsek Johar Baru dan Polres Jakarta Pusat terlihat mulai menyisir permukiman warga RT 05/10 Tanah Tinggi, Johar Baru.

Namun, walau upaya penyisiran telah dilakukan anggota dengan menyusuri gang-gang kecil setapak, keberadaan WI (48), seorang pelaku tawuran yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak kunjung ditemukan.

"Kami mencari W, pelaku tawuran yang terjadi di Jembatan T, Tanah Tinggi pada Kamis (24/9/2015) lalu. WI masih kami cari karena diduga sebagai provokator. Keterangan ini kami dapat dari sebelas pelaku tawuran yang berhasil kami amankan sebelumnya," ungkap Wakasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Kompol Yohanes Kindangen di Mapolsek Johar Baru, Senin (5/10/2015) malam.

Terkait penangkapan tersebut, dirinya menyampaikan jika pihaknya telah berkordinasi dengan pengurus RT dan RW kediaman WI tinggal. Hal tersebut dimaksudkan agar warga tidak perlu khawatir dan resah terkait sweeping yang dilakukan pihaknya.

"Kita sudah kordinasikan dengan warga, kita lakukan penangkapan secara persuasif untuk menghindari keresahan warga. Tapi hasilnya belum memuaskan, kita sudah cek ke rumahnya dan saudaranya, ternyata tidak ditemukan," jelasnya.

Namun, penyisiran tidak percuma, Kapolsek Johar Baru, Kompol Wiyono mengaku pihaknya berhasil mendapatkan foto, buku nikah dan Kartu Keluarga (KK) milik WI.

Sejumlah alamat kediaman keluarga pun telah didapatkan guna kepentingan penyelidikan.

"Berdasarkan keterangan keluarga, WI diketahui pergi dari rumah tanpa keterangan. Pergi sejak kejadian tawuran terakhir. Istrinya juga mengaku tidak tahu kemana suaminya pergi. Karena itu, kami harapkan jika tersangka dapat menyerahkan diri, itu menunjukkan ada itikad baik dari tersangka, hal tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk keringanan," jelasnya.

Ditemui terpisah, istri WI, Kenny Irawani (54) mengaku sama sekali tidak mengetahui kabar mengenai suaminya itu semenjak bentrokan antar warga pecah sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya saat perayaan hari Idul Adha 1436 H, Kamis (24/9/2015) lalu.

"Sama sekali nggak pamitan, pas kejadian saya g ada di rumah, jadi bener-bener nggak ketemu udah dua minggu sampai sekarang," ungkapnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved