Sebelum Tewas Tergantung, Sumadi Dikejar-kejar Mantan Suami Istrinya

Jadi dia ini merasa dikejar-kejar sama mantan suami istrinya sehingga ketakutan, kata Srijadi kepada petugas di Polda

Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Sumadi (47), pria yang tewas tergantung di sebuah pohon di Polda Metro Jaya (Polda), ternyata sempat panik lantaran selalu merasa dikejar-kejar oleh mantan suami istrinya.

Paman Sumadi, yakni Srijadi menceritakan hal itu kepada petugas Polisi di Polda.

Srijadi memang lekas datang ke polda 3,5 jam setelah jenazah Sumadi ditemukan.

Adiknya di Madiun yang mengabarinya dan meminta lekas datang ke Polda.

"Jadi dia ini merasa dikejar-kejar sama mantan suami istrinya sehingga ketakutan," kata Srijadi kepada petugas di Polda Metro Jaya, Jakarta‎, Senin (5/10).

Srijadi menerangkan, perasaan selalu dikejar-kejar itu juga membuat Sumadi depresi.

Menurut Srijadi, makanya kemudian pekan lalu Sumadi pergi ke Jakarta dan tinggal bersama Srijadi di rumahnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Di Jakarta dia tak punya saudara lagi. Hanya saya saja," kata Srijadi.

Diketahui pula, rupanya Sumadi menaruh kertas berisi nomor telepon keluarganya di sakunya.

Makanya kemudian Polisi menemukan itu dan menelepon salah satu nomor di secarik kertas itu yang ternyata adik Sumadi.

Polisi menelepon adiknya, lalu sang adik menelepon Srijadi dan memintanya datang ke Pold Metro Jaya.

Srijadi pun langsung membenarkan bahwa itu keponakannya yang tinggal bersamanya, begitu Polisi menunjukkan foto-foto korban.

Sebelumnya, Sumadi ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon mangga berukuran sedang di pinggir lapangan Sabhara Polda Metro Jaya pukul 05.30.

Jenazahnya kini sudah berada di RS Polri Kramat Djati.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved