Kamis, 23 April 2026

Ratusan Warga Palestina Terluka Bentrok dengan Polisi Israel

Seorang remaja dan lebih dari dua ratus warga Palestina terluka buntut bentrokan dengan Polisi Israel di Tepi Barat, Minggu (4/10/2015).

Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Suprapto
Reuters/Antara
Bendera Palestina berkibar di samping bendera PBB setelah dikerek oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sebuah upacara pada Majelis Umum PBB di New York 

WARTA KOTA, PALMERAH— Seorang remaja dan lebih dari dua ratus warga Palestina terluka buntut bentrokan dengan Polisi Israel di Tepi Barat, Minggu (4/10/2015).

Bentrokan ini terjadi setelah Israel mengeluarkan larangan warga Palestina masuk kota tua Yerusalem kecuali mereka adalah warga setempat, wisatawan, siswa dan pebisnis.

Pasukan-pasukan Israel menggunakan peluru karet menghalau aksi perlawanan para demonstran Palestina, kata Palang Merah Bulan Sabit Palestina (PRCS), Senin (5/10/2015).

Huthaifa Suleiman, remaja Palestina berusia 18 tahun yang tertembak oleh pasukan-pasukan Israel meninggal dunia karena luka-luka.

PRCS mengatakan hampir 400 orang telah terluka, termasuk 150 menderita luka terkena peluru.

"Lebih dari 200 terluka akibat efek gas air mata," kata laporan PRCS.

Pertikaian terjadi di daerah-daerah Palestina, termasuk Jenin di tepi Barat dan sekitar Yerusalem Timur, di kota Issawiya.

PRCS telah menyatakan keadaan darurat di tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Ambulans yang dioperasikan oleh PRCS pun diserang oleh tentara Israel pada hari Jumat dan Minggu lalu.

"Bahkan, lima paramedis telah diserang oleh pasukan ISrael," demikian laporan PRCS yang dirilis di situs webnya pada hari Minggu.

PRCS mengutuk keras praktik-praktik penyerangan paramedis yang dilakukan Israel. Ditegaskan ini merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Terutama Konvensi Jenewa keempat 1949 tentang perlindungan sipil pada saat perang.

Sementara itu, Israel mengatakan bahwa seorang warganya berusia 30 tahun ditikam oleh dua laki-laki bertopeng di selatan Israel port dan resort kota Eilat awal pada Senin (5/10/2015).

Tentara Israel juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa roket ditembakkan dari jalur Gaza ke arah mereka di Israel Selatan. Tapi, sejauh ini tidak ada korban luka karena serangan roket tersebut. (Aljazeera)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved