Rabu, 22 April 2026

Koran Warta Kota

Harga Lahan Dekat Tol Cimanggis Rp 4 Juta Per M2

Perlahan tapi pasti, harga tanah di Cimanggis, Depok, dan sekitarnya mengalami kenaikan cukup tinggi.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, CIMANGGIS— Perlahan tapi pasti, harga tanah di Cimanggis, Depok, dan sekitarnya mengalami kenaikan cukup tinggi. Hal ini dipicu kehadiran proyek pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Daisy Sagita, agen Ray White, mengatakan, akses mudah menuju lahan atau hunian menjadi pendorong utama naiknya harga lahan kawasan, dan perumahan.

“Semua lahan relatif akan naik bila lahan atau bangunan terletak berdekatan dengan jalan tol dan kenaikannya bisa saja secara signifikan berdasarkan fasilitas penunjang di sekitar lokasi lahan tersebut,” kata Daisy seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (3/10).

Saat ini, harga lahan di wilayah Cimanggis dan sekitarnya telah mencapai lebih dari Rp 2 juta per meter persegi. Jumlah ini masih bisa naik seiring perkembangan pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2018.

Menurut Herwidiakto, Direktur Utama PT Waskita Toll Road, pengembang Tol Cimanggis-Cibitung, harga lahan permukiman di sekitar Cimanggis dan sekitarnya, lebih tinggi dari perkiraan Daisy, yakni berada pada kisaran Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per meter persegi.

“Sekarang untuk lahan pemukiman di sekitar sini Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per meter persegi,” kata Herwidiakto.

Hal ini diamini oleh Budi, Marketing Permata Cimanggis. Ia mengatakan, harga lahan perumahan di Permata Cimanggis naik 40 persen lebih tinggi dari harga perdana saat perumahan ini diluncurkan pada 2006.

“Pada 2006, kami menjual rumah tipe paling kecil, tipe 30/72 dengan harga Rp 90 jutaan. Sekarang untuk rumah dengan tipe yang sama kami jual Rp 400 jutaan,” kata Budi.

Meski harganya naik, Budi mengaku penjualan hunian di Permata Cimanggis tak pernah turun. Hal itu dibuktikannya lewat angka penjualan yang kini sudah mencapai 2.000 unit.

“Adanya proyek pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung semakin memudahkan akses konsumen kami yang memang kebanyakan bekerja dan beraktivitas di Jakarta,” kata Budi.

Masih minim

Sementara itu, proses pembebasan lahan proyek pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung hingga saat ini masih belum menampakkan hasil signifikan. Itu terlihat masih minimnya jumlah lahan yang sudah dibebaskan oleh PT Waskita Toll Road, pemegang saham dominan proyek tol tersebut.

Hingga kini baru 500 meter lahan yang dibebaskan dari target 26,3 kilometer yang dicanangkan untuk pembangunan tol.

“Baru 0,2 persen lahan yang sudah bebas. Masih kecil karena baru mulai,” kata Herwidiakto.

Meski begitu, Herwidiakto optimistis hingga akhir tahun ini, target pembebasan lahan sepanjang 3,5 kilometer akan terealisasi. Pembebasan lahan secara keseluruhan rencananya akan selesai Oktober tahun depan.

“Pembebasan semua lahan akan selesai pada tahun 2016. Kemudian untuk konstruksi, kami targetkan rampung pada 2017 dan beroperasi awal tahun 2018,” kata Herwidiakto.

Cijago

Sedangkan pembangunan seksi II Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) atau ruas Bogor Raya-Kukusan direncanakan selesai dan langsung beroperasi pada pertengahan 2016. Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat meninjau pelaksanaan pembangunan Seksi II Tol Cijago di Kota Depok.

Basuki optimistis seksi II Tol Cijago beroperasi pertengahan tahun depan karena dari 53 hektar luas lahan yang dibutuhkan, tinggal 2,5 hektar yang belum dibebaskan sehingga akan melakukan penaksiran ulang dengan menunjuk konsultan appraisal.

“Bulan depan konsultan akan menyampaikan hasilnya, namun tidak ada negoisasi harga lagi,” kata Basuki. (ang)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved