Penganiayaan

Lagi, Tukang Go-Jek Dianiaya Tukang Ojek di Kampus UI

Dua pengemudi Go-jek, Ibrahim (47) dan Adi Wibowo (38), mengaku dianiaya dan diintimidasi oleh orang yang diduga pengojek pangkalan di UI

Lagi, Tukang Go-Jek Dianiaya Tukang Ojek di Kampus UI
Agustin Setyo Wardani
Maya Puspita (27), perempuan cantik yang ikut mendaftarkan diri untuk menjadi tukang ojek Go-Jek, sebuah aplikasi booking ojek, ketika ditemui di Hall Basket Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK— Dua pengemudi Go-jek, Ibrahim (47) dan Adi Wibowo (38), mengaku dianiaya dan diintimidasi oleh orang yang diduga pengojek pangkalan di Universitas Indonesia (UI).

Peristiwa itu terjadi usai keduanya mengantar pelanggan mereka ke Kampus Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/10/2015) siang.

Mereka dituding hendak mengambil penumpang dari Kampus UI yang menjadi wilayah kewenangan pengojek pangkalan di sana.

Akibat penganiayaan dan intimidasi tersebut sekitar 50-an pengemudi Gojek dari Kota Depok, mendatangi Kampus UI untuk mencari orang yang menganiaya dan mengintimidasi rekan mereka.

Tujuannya mereka ingin menyelesaikan masalah ini secara baik agar ke depan tidak terulang lagi.

Atas mediasi aparat Polresta Depok, akhirnya kubu pengemudi Gojek dan kubu pengojek pangkalan UI berhasil dipertemukan.

Mereka sepakat menyelesaikan masalah ini baik-baik.

"Intinya, kejadian ini karena salah paham. Pengemudi Gojek dikira oleh pengojek pangkalan mengambil penumpang dari dalam Kampus UI.

Padahal mereka hanya mengantar saja," kata Kapolresta Depok Kombes Dwiyono, Sabtu (3/10/2015).

Menurutnya ada kesepakatan dan kesadaran dari para pengemudi Gojek selama ini, untuk tidak mengambil penumpang dari dalam Kampus UI.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved