Minggu, 12 April 2026

Warga Komplek Bea dan Cukai : Ini Fasos Fasum!

Sejumlah warga di Komplek Bea dan Cukai RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, mengamuk di sebuah lapangan gardu, Jumat (2/10/2015).

Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah warga Komplek Bea dan Cukai RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, mengamuk di sebuah lapangan gardu, Jumat (2/10/2015). Puluhan warga ini memprotes akan adanya rencana pengalihan fungsi fasos-fasum di lingkungan mereka menjadi komplek perkantoran. 

WARTA KOTA, CILINCING - Sejumlah warga di Komplek Bea dan Cukai RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, mengamuk di sebuah lapangan gardu, Jumat (2/10/2015).

Puluhan warga ini menuturkan protesnya, terkait adanya rencana pengalihan fungsi fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitan umum di lapangan gardu yang nantinya akan dibangun perkantoran.

"Ini fasos fasum! Bukan punya orang lain! Ini lapangan punya warga di sini! Kalian ini siapa dan siapa izinkan kalian turunin ini bahan material bangunan? Keluar! Angkut lagi!" teriak salah seorang warga yang diketahui bernama Zaidar (40), ke sejumlah pria yang tengah menurunkan bahan material bangunan di sebuah lapangan.

Wanita bertubuh gemuk dan mengenakan kaos hijau ini terus mengamuk. Wanita yang menenteng tas berwarna merah muda ini menanyakan ke seorang pria, yang diketahui supir truk tersebut.

"Hei! Kamu ke sini di suruh sama siapa? Siapa yang izinin kamu nurunin ini barang material?' Ketus Zaidar.

Pria yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku disuruh oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahyadi.

Zaidar pun mengerinyitkan dahinya, lalu bertanya kembali kepada pria tersebut.

"Kapolres? Kamu babunya Kapolres? Kaki tangan polisi kamu! Asal kamu tahu ya, ini fasos fasum. Taman bermain anak-anak. Lapangan ini aja sudah dipagari seng. Malah saya dapat informasi mau dibeton. Apa-apaan ini! Ini lapangan milik warga!" terang Zaidar.

Amukan itu diikuti warga lainnya dengan mengobrak-abrik pagar seng yang sudah berdiri tegak menutup lapangan tersebut. Tak ayal, bunyi riuh pagar seng lantaran ditendang, dan dilempar batu, menghiasi suasana di lokasi.

"Izin dulu sama RT RW di sini. Masa sama polisi!" ujar warga lainnya.

Hingga kini, warga masih mengamuk dekat truk merah tersebut. Diduga permasalahannya yakni warga tidak memberikan izin kepada pihak kepolisian yang mengizinkan sebuah perusahaan pengembang untuk membangun perkantoran di lapangan komplek bea dan cukai itu. (Panji Baskhara Ramadhan)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved