Warga Anggap Ancaman Denda Merokok Rp 50 Juta Mengada-ada

Sanksi denda yang cukup berat dan terbilang mengada-ada, aturan tersebut justru tidak akan diindahkan warga.

Warga Anggap Ancaman Denda Merokok Rp 50 Juta Mengada-ada
Budi Sam Law Malau
Warga masih merokok di lokasi yang dianggap dilarang, anggap ancaman denda Rp 50 juta berlebihan. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sanksi pelanggaran atas Perda Kota Depok Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yakni berupa kurungan 3 bulan atau denda mulai Rp 300 ribu sampai Rp 50 Juta dianggap sejumlah warga sangat mengada-ada.

"Kalau kena denda sampai Rp 50 Juta, cuma gara-gara ngelanggar aturan merokok, sangat lebaylah aturan itu," kata Roni, warga Cinere, Depok saat ditemui di pertokoan di depan Cinere Mal, Depok, Jumat (2/10/2015).

Menurutnya, jangan hanya karena sanksi denda yang cukup berat dan terbilang mengada-ada, aturan tersebut justru tidak diindahkan warga.

"Kalau dendanya segitu, warga juga mikir kalau itu cuma main-main aja. Jadinya aturan gak bakal ditaati," kata Roni.

Masda, warga lainnya menduga denda itu sebenarnya diperuntukkan bagi pengelola kawasan jika tidak menerapkan dan menyediakan tempat merokok bagi warga.

"Kayaknya, denda itu bukan untuk perorangan deh mas. Tapi, untuk pengelola kawasan atau penyedia tempat kerja," kata dia.

Pantauan Warta Kota, Jumat, penerapan dan pengawasan Perda Kota Depok Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Depok masih sangat lemah.

Perda yang berlaku sejak Januari 2015 dan efektif diterapkan setelah masa sosialisasi selesai Maret 2015 ini, belum berdampak apapun di sejumlah tempat yang seharusnya bebas rokok.

Hal itu tampak di sejumlah pertokoan di depan Cinere Mal, Depok, di mana sama sekali tidak ada plang, pamflet atau pemberitahuan apapun yang menyatakan kawasan itu adalah kawasan tanpa rokok.

Sejumlah perokok tampak asyik menikmati rokoknya tepat di depan beberapa pintu masuk tenant di pertokoan itu.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved