Cak Imin Nilai Paket Kebijakan Pemerintah Tidak Efektif
Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah memang dapat memudahkan investor, namun kebijakan tersebut kurang melindungi buruh dari pemecatan.
WARTA KOTA, PALMERAH - Dua Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kalla, kurang menyentuh permasalahan bangsa ini.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab dipanggil Cak Imin.
Kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (1/10), Cak Imin itu menyebut kebijakan yang dikeluarkan pemerintah memang dapat memudahkan investor, namun kebijakan tersebut kurang melindungi buruh dari pemecatan.
Padahal kasus tersebut sudah banyak terjadi, akibat perekonomian yang tidak kunjung membaik.
Selain itu seharusnya pemerintah mendorong program-program padat kaya, agar menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.
Hal itu selain dapat mengurangi jumlah pengangguran, juga dapat mendorong perputaran uang di tingkat bawah dan menengah.
"Saya setuju dana desa digunakan padat karya supaya orang bekerja kalau sudah bekerja ada proses ekonomi di bawah, maka pertumbuhan ekonomi akan naik," katanya.
Pemerintah menurutnya sejauh ini kurang memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), untuk menggerakan ekonomi.
Padahal pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla memiliki banyak uang, hasil dari sejumlah pemangkasan.
"Memang yang dijadikan ini bagus fondasinya aja. Harus ada langkah-langkah masif yang lebih besar," ujarnya.
Selain kebijakan-kebijakan yang efektif, untuk menjawab permasalahan-permasalahan bangsa, termasuk masalah kelesuan ekonomi, pemerintah harus menunjukan kekompakan.
Soliditas itu dipastikan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
"Jangan menunjukkan gesekan antar pejabat itu, penting," terangnya.