Breaking News:

Koran Warta Kota

Bareskrim Akan Proses Laporan Lino

Selain perabotan rumah yang nilainya ditaksir Rp 200 juta, Masinton menyebut masih adanya pemberian lain dari Lino kepada Rini

Editor: Suprapto
Panji Baskhara Ramadhan
Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Dharma Pongrekun membenarkan, petugas piket Bareskrim telah menerima laporan dari kuasa hukum Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino. Lino melaporkan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu ke Bareskrim.

Namun, menurut Dharma, laporan itu belum masuk ke direktoratnya. "Benar yang melapor kuasa hukum Lino, tapi belum masuk ke direktorat (tindak pidana umum), masih di bawah," ujarnya di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Agus Riyanto juga membenarkan adanya laporan kuasa hukum Lino terhadap Masinton ke Bareskrim.

"Prosesnya ke SPK dulu karena baru diterima penyidiknya. Setelah itu baru nanti Pidum atau Eksus yang menangani," jelas Agus.

Pihak penyidik, lanjut Agus, akan mempelajari laporan tersebut sebelum memproses untuk melanjutkan ke pemanggilan pihak-pihak terkait. "Nanti baru akan ada pemanggilan," ungkap Agus seperti ditulis tribun.

Dalam laporan bernomor TBL/679/IX/2015/Bareskrim disebutkan bahwa Masinton dianggap terlalu vulgar dengan menyampaikan ke media terkait hal yang masih bersifat dugaan sehingga merugikan kliennya. Hal itu, kata salah satu kuasa hukum Lino, Fredrich Yunadi, mengakibatkan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

Saat melaporkan Lino ke KPK, Masinton mengaku tidak tahu dugaan pemberian gratifikasi kepada Menteri BUM Rini Soemarno itu berkaitan dengan hal apa. Selain perabotan rumah yang nilainya ditaksir Rp 200 juta, ia menyebut masih adanya pemberian lain dari Lino kepada Rini. Namun, ia enggan mengungkapkan lebih jauh mengenai pemberian lainnya tersebut.

Terkait tuduhan Masinton, Kementerian BUMN telah membantah penerimaan gratifikasi oleh Rini. Sementara Rini enggan berkomentar terkait laporan tersebut. Ia hanya tertawa menyikapi masalah itu. "Saya ketawa saja. Urusannya apa?" kata Rini.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved